Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Harianjogja.com, BANTUL- Paguyuban dukuh [kepala dusun] di Bantul yang tergabung dalam Pandu berharap ada sosialisasi tentang dana keistimewaan (danais) DIY yang menyentuh masyarakat di tingkat dusun.
Ketua Pandu Bantul, Sulistya memastikan http://www.harianjogja.com/baca/2013/10/14/keistimewaan-diy-seniman-di-bantul-tak-tahu-cara-akses-danais-456246" target="_blank">warga Bantul saat ini belum paham dan menguasai status keistimewaan. "Padahal, keistimewaan ini telah diraih berkat perjuangan rakyat DIY," katanya, belum lama ini.
Ia menilai perlu tim khusus melibatkan Kraton Ngayogyakarta, Pemerintah DIY dan pemerintah daerah untuk mesosialisasikan makna keistimewaan secara luas termasuk danais yang sangat diharapkan bisa membangkitkan seni budaya DIY sampai pelosok daerah.
Menurut Sulistyo, Paguyuban Pandu Bantul telah menginisiasi berdirinya sanggar budaya yang akan terus dikembangkan hingga di tingkat kecamatan dan desa.
Menurutnya, sanggar budaya nanti bukan saja menjadi tempat warga masyarakat belajar kesenian yang ada melainkan menyangkut aspek cukup luas seperti pusat belajar dan pelestarian kebudayaan meliputi tata bahasa, tata busaha, tata boga, tata susila, dan tata seni budaya itu sendiri yang semuanya memiliki basis budaya yang ada.
Sanggar budaya dimaksud harus didorong muncul sampai tingkat bawah. Sanggar budaya digagas Pandu Bantul pertama kali berdiri yakni Sanggar Budaya Catur Manunggal berada di Jaten, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak yang rencaannya akan berdiri di kecamatan dan desa lain .
“Kami belum berani memastikan bagamana mekanisme mendapatkan danais. Kami sendiri belum tahu. Tapi katanya menjangkau sapai dusun,” ungkap Sulistyo.
Sementara itu Kepala Dinas kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo memastikan pihaknya sudah melakukan pendataan jumlah kelompok seni budaya yang ada di 17 kecamatan di Bantul.
Pendataan jumlah dan ragam seni budaya Bantul sudah dilakukan terakhir kali pada tahun 2010.
Namun demikian pihaknya masih akan meremajakan data lama tersebut dengan koordinasi pemerintah desa maupun langsung agar tidak ada kelompok seni di Bantul yang tercecer dalam pendataan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.