NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
puluhan hektare lahan sawah kebanjiran akibat tertutupnya aliran air kali Opak. (Harian Jogja/Endro Guntoro)
Harianjogja.com, BANTUL–Hingga Sabtu (19/10/2013) malam banjir Kali Opak yang menggenangi lahan pertanian di Desa Tegalrejo, Sanden belum tertangani. Bahkan banjir sejengkal lagi akan meluap ke jalan umum, jalan masuk Pantai Samas.
Sudah tiga hari ini banjir tak tertangani sejak upaya masyarakat membedah pasir pantai penyumbat aliran kali Opak sepekan lalu membuahkan hasil. Tapi sayang, banjir kembali terjadi dan menyebabkan lahan pertanian gagal panen.
"Sudah tidak bisa diharapkan lagi nasib tanaman padi di sawah saya ini," kata Ngatijah, petani asal Sogo, Sanden kepada Harian Jogja, Sabtu (19/10/2013).
Menurut Ngatijah, banjir kedua kali ini makin meluas. Banjir pertama sebelum ditangani gotong royong ratusan warga pekan lalu tidak sampai ke lahan Ngatijah.
"Tapi yang kedua ini sudah menghanyutkan lahan saya," tambah Ngatijah didampingi putranya.
Kepala Desa Gadingharjo Sanden, Sumadiyana memastikan banjir kedua ini sudah merusak lebih dari 30 hektare sawah pertanian. Tanaman seperti padi, sayur, cabai dan jagung sudah gagal diselamatkan. "Kami prediksi ini lahan pertanian yang kebanjiran sudah makin luas," ujarnya.
Ia menyebutkan lahan terparah terkena banjir berada di Tegalrejo dan Tirtoharjo di Kretek. Malah, imbuh Sumadiyana, tepat di muka pintu masuk Pantai Samas genangan air di sawah tinggal sejengkal lagi meluber ke jalan umum.
Menurutnya, warga sudah sudah membuat tanggul buatan dengan karung berisi pasir di sepanjang jalan sebagai langkah darurat.
"Tapi kalau air tidak surut pasti akan menjangkau jalan raya. Ini harus dapat penanganan cepat," tambahnya.
Pemkab Bantul menurutnya, tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penanganan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp81.800 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional berdasarkan PIHPS hari ini, Kamis 27 Agustus 2026.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.
Pemkab Gunungkidul menggandeng Fakultas Psikologi UGM membuka layanan kesehatan jiwa di puskesmas untuk memperkuat pencegahan bunuh diri.