NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, JOGJA—Dewan belum membahas lagi penambahan 20 Bus Trans Jogja karena masih menunggu pemaparan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informastika (Dishubkominfo). Kualitas kendaraan harus menjadi titik perhatian eksekutif.
Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Arif Rahman Hakim mengatakan sampai saat ini belum membahas usulan penambahan kendaraan yang diajukan pekan lalu tersebut.
“Sebelum dibahas, kami ingin ada penjelasan yang menyeluruh seperti apakah ada perubahan jalur, jumlah bus nantinya bagaimana, sistem yang direncanakan seperti apa. Hal itu penting agar pengajuan penambahan armada senilai Rp10 miliar itu benar-benar optimal,” ungkap dia, Jumat (25/10/2013).
Pemaparan dari instansi teknis tersebut, menurut dia, menjadi penentu apakah dewan akan membahas usulan tersebut atau tidak. Jika materi yang disampaikan dianggap tidak bermanfaat, Dewan tidak akan meloloskan usulan itu. “Sekali lagi kami tidak ingin anggaran yang digelontorkan sia-sia. Soal pemaparan sampai saat ini belum diagendakan,” tambah Arif.
Jika pemaparan tersebut diterima, Dewan baru akan membahas alokasi di APBD 2014 kemudian melakukan perubahan perjanjian kerja sama dengan PT Jogja Tugu Trans. Usulan penambahan itu diwacanakan semasa kepemimpinan Sekda Tri Harjun Ismaji.
Beredar informasi bus tersebut akan dibeli dari Pemerintah Provinsi Lampung. Namun Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ichsanuri mengatakan sejauh ini pihaknya hanya melakukan usulan pembahasan ke DPRD. Pemda sama sekali tidak pernah menyebutkan dari mana 20 unit bus itu akan didatangkan.
“Kalau disetujui, instansi teknis akan mengecek kendaraan itu sudah memenuhi syarat spesifikasi atau tidak. Yang penting kondisi kendaraan bagus, tidak peduli dari mana asalnya,” ungkap Ichsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp81.800 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional berdasarkan PIHPS hari ini, Kamis 27 Agustus 2026.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.
Pemkab Gunungkidul menggandeng Fakultas Psikologi UGM membuka layanan kesehatan jiwa di puskesmas untuk memperkuat pencegahan bunuh diri.