OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Harianjogja.com, BANTUL-Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bantul, mitra kerja PD Aneka Dharma, Amir Syarifuddin mengatakan, dewan bakal meminta pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Hal ini terkait modal yang diberikan kepada Aneka Dharma pada 2012 senilai Rp1 miliar. Informasi yang dihimpun dewan, dari modal sebesar Rp1 miliar itu baru terpakai Rp400 juta. “Jadi masih ada sisa enam ratus juta rupiah,” kata Amir, Minggu (27/10/2013).
Namun, kata dia pihaknya mengendus ada yang tak beres dengan penggunaan modal tersebut. “Kami dengar modal yang harusnya untuk percetakan digunakan untuk membeli tambang pasir. Makanya nanti, kalau penyampaian pertanggungjawaban akhir tahun akan kami tanyakan,” tuturnya.
Terpisah, Direktur PD Aneka Dharma, Farid Hilmi saat ditanya soal penyertaan modal untuk perusahaannya mengaku tak tahu. “Saya enggak tahu soal itu,” jawabnya singkat sembari menhindari wartawan pekan lalu. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan memerintahkan polisi menindak tegas narkotika, begal, perampokan, dan curanmor yang meresahkan masyarakat.
Kasus ISPA di Sleman mencapai 13.313 hingga September 2026. Kemarau dan pembakaran sampah meningkatkan paparan debu serta polutan.
Formula UMP 2027 belum berubah. Kemnaker menyebut PP 51/2023 masih menjadi acuan karena UU Ketenagakerjaan punya masa peralihan.
Prabowo memuji kinerja Satgas PKH yang telah menyetorkan Rp52 triliun ke negara selama dua tahun pemerintahan.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.