BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Supadi, 40, warga Dusun Pulengloh, Desa Sidorejo, Kecamatan Tepus, ditemukan tak sadarkan diri dengan bersimbah darah di dalam rumahnya, Senin (28/10/2013) dini hari.
Leher dan alat kelamin Supadi terdapat luka gorok yang menganga.
Beruntung nyawa Supadi masih bisa diselamatkan. Hingga pukul 09.30 WIB Supadi masih menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat Klinik Multazam, Wonosari.
Informasi Harian Jogja, Supadi yang pingsan kali pertama diketahui oleh istrinya, Sukinah. Saat itu istrinya baru bangun tidur terkaget melihat suaminya bersimbah darah di lantai. Sukinah berteriak hingga mengundang warga sekitar berdatangan.
Sejumlah tetangga langsung membawa Supadi ke klinik. "Lukanya di leher, kemaluan sama perut juga" kata Marto Sadim, 62, salah satu tetangga saat ditemui di Klinik Multazam.
Menurut Marto, Supadi melukai dirinya sendiri menggunakan senjata tajam jenis arit. Dia belum mengetahui pasti alasan Supadi nekat melukai tubuhnya.
Sepekan yang lalu, kata Marto, Supadi baru selesai menikahkan anak pertamanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
MK tak menerima gugatan terkait syarat pendidikan Gibran karena pemohon dinilai tak memiliki kedudukan hukum mengajukan perkara.
Kapolda Jateng Roy Hardi Siahaan memerintahkan polisi menindak tegas narkotika, begal, perampokan, dan curanmor yang meresahkan masyarakat.