BANJIR KALI CODE : Pelumpuran Sedimentasi Sulit karena Banyak Konstruksi Jembatan

Jumali
Jumali Jum'at, 01 November 2013 08:15 WIB
BANJIR KALI CODE : Pelumpuran Sedimentasi Sulit karena Banyak Konstruksi Jembatan

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO BANTU BERSIHKAN KAMPUNG: Sejumlah anggota Kodim 0734 Yogyakarta membantu warga untuk membersihkan lumpur dan pasir yang masuk ke perkampungan seusai terjadi banjir material vulkanik di kampung Romo Mangun, Kotabaru, Jogja, Minggu (20/3). Banjir yang merendam delapan kecamatan di Jogja membawa material vulkanik ini menghanyutkan sejumlah talut bronjong yang sudah terpasang setinggi hampir 1,5 meter dari talut semen kali Code.

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Pemukiman Dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja sulit melakukan pelumpuran di Kali Code, karena banyak konstruksi jembatan yang ada melintang di atasnya.

Kepala Kimpraswil Kota Jogja Totok Suroto mengatakan pelumpuran terhadap sedimentasi yang ada di Kali Code tidak bisa dilakukan secara maksimal akibat konstruksi yang ada.

"Banyak jembatan yang melintang di atasnya dan perlu diperhatikan konstruksinya," terang dia, Kamis (31/10/2013).

Untuk mengatasi persoalan itu, Kimpraswil beberapa waktu lalu telah menggelar pelumpuran di sejumlah tempat. Pelumpuran dilakukan untuk kawasan yang tidak langsung berhadapan dengan bangunan di atas Sungai Code.

Diharapkan dengan langkah itu, kemungkinan luberan banjir air lahar tidak akan terjadi. "Kami maksimalkan yang ada terlebih dahulu. Biasanya pelumpuran kami lakukan saat musim kemarau dan bertahap," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online