Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Harianjogja.com, JOGJA-Kejuaraan olahraga ekstrim internasional, Indonesia Open X-Sports Championship (IOXC) kembali digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Setelah empat gelaran sebelumnya dilakukan di kota-kota besar Indonesia, kali ini Jogja berkesempatan menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga ekstrem ini.
Dalam seri kelima yang digelar di Stadion Mandala Krida Jogja 1-3 November 2013 ini, IOXC menampilkan empat nomor olahraga ekstrem yang telah ada sejak pertama kali berlangsung 2007 silam.
Nomor itu adalah Free Style In-Line Skate, Freestyle BMX, Skateboard dan Panjat Dinding. Yang berbeda adalah dipertandingkannya nomor baru Bboys Battle yang menampilkan aksi tarian dan akrobatik.
Secara keseluruhan, sebanyak 270 peserta yang berasal dari Indonesia dan atlet-atlet olahraga ekstrem dari luar negeri seperti dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Australia ambil bagian. Mereka akan bersaing untuk memperebutkan total hadiah senili Rp300juta.
Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Tunas Widarto dalam jumpa pers di Restoran Omah Dhuwur Jumat (1/11/2013) mengatakan, Jogja dipilih karena banyaknya komunitas olahraga ekstrim di DIY.
Selain itu, masyarakat DIY juga dinilai memiliki minat yang tinggi terhadap olahraga rekreasi yang memacu adrenalin.
"Jogja itu banyak pemuda dan remaja, selain itu komunitas olahraga ekstrim juga cukup besar sehingga kali ini kami menjadikan Jogja sebagai tuan rumah," tutur Tunas.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Olahraga Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY Slamet Latanggang mengaku senang Jogja terpilih sebagai tuan rumah. Ia menilai olahraga yang digandrungi kalangan remaja ini sangat positif dan dapat menjadi pengalih dari hal yang negatif.
"Saya sangat senang kemenpora memilih Jogja sebagai tuan rumah. Sebab olahraga ekstrim semacam ini bisa jadi wahana positif untuk menyalurkan minat terutama di kalangan remaja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Prabowo menyerukan “Jas Hijau” di Muktamar NU. Ia mengingatkan pentingnya jasa ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tiga lampu proyek Tol Jogja-Solo di Trihanggo dicuri. PT Adhi Karya memperketat keamanan dan menyiapkan lampu pengganti.
Pertemukan pemimpin bisnis, pemerintahan, teknologi, dan infrastruktur untuk mengupas langkah menuju adopsi AI berskala besar.
KPK menggeledah Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor serta menyita dokumen terkait dugaan korupsi pemotongan insentif pajak.
Prabowo resmi membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang dengan memukul bedug dan menyoroti peran NU dalam sejarah bangsa Indonesia.