73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
tes calon pegawai negeri sipil (CPNS)
Harianjogja.com, Bantul - Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantul, menjamin keamanan penyimpanan soal yang akan digunakan untuk ujian tertulis dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil dari tenaga honorer kategori II.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul Maman Permana di Bantul, Sabtu, mengatakan, soal untuk ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah diterima dari pemerintah pusat sejak Sabtu pagi atau sehari menjelang pelaksanaan pada ujian pada 3 November 2013.
"Kami sudah siapkan ruangan penyimpanan dengan tiga 'gembok', yang masing-masing kunci gembok dipegang kepala BKD Bantul, Inspektur (Kepala Inspektorat) dan pihak kepolisian, jadi kami pastikan aman," katanya.
Menurut dia, soal ujian penerimaan CPNS tenaga honorer kategori dua (K2) itu disimpan di salah satu ruangan milik Kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat, sehingga jika ada pihak yang ingin membuka dan mengambil harus diketahui pimpinan lintas intansi tersebut.
"Seandainya saya mau mengambil pun, harus menunggu dua kunci gembok lainnya yang dipegang Inspektur dan kepolisian, sehingga harus menunggu tiga-tiganya," katanya.
Ia mengatakan, selain mengunci dengan tiga gembok, penjagaan di sekitar ruangan penyimpanan soal diperketat dengan melibatkan aparat kepolisian setempat hingga saat dibawa ke lokasi ujian yang telah disiapkan di sejumlah gedung sekolah setempat.
Menurut dia, ujian penerimaan CPNS dari tenaga honorer K2 di Bantul digelar pada 3 November akan menggunakan tiga gedung sekolah, yakni SMP Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 2 Bantul, dan SD Negeri Bantul Timur yang lokasinya saling berdekatan.
"Ada sebanyak 1.372 tenaga honorer yang akan mengikuti tes, mereka terdiri dari tenaga pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis/administrasi. Terdapat dua materi yaitu tes kemampuan dasar dan kemampuan bidang," katanya.
Pihaknya mengimbau, para peserta ujian penerimaan CPNS tenaga honorer K2 agar mewaspadai oknum yang mengatasnamakan pejabat daerah yang menjanjikan bisa meloloskan seleksi CPNS dengan diharuskan membayar sejumlah uang.
Hal itu, kata dia karena kewenangan penerimaan CPNS tersebut ada pada pemerintah pusat, sehingga jika ada pihak yang mengatasnamakan dari BKD Bantul yang bisa menjamin peserta lulus tes tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Pembuatan soal ujian disusun tim konsorsium dari sepuluh perguruan tinggi negeri [PTN], dan penggandaan naskah soal dilakukan oleh pusat, sementara daerah hanya menyiapkan tempat untuk penyelenggaraan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Prabowo menyerukan “Jas Hijau” di Muktamar NU. Ia mengingatkan pentingnya jasa ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tiga lampu proyek Tol Jogja-Solo di Trihanggo dicuri. PT Adhi Karya memperketat keamanan dan menyiapkan lampu pengganti.
Pertemukan pemimpin bisnis, pemerintahan, teknologi, dan infrastruktur untuk mengupas langkah menuju adopsi AI berskala besar.
KPK menggeledah Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor serta menyita dokumen terkait dugaan korupsi pemotongan insentif pajak.
Prabowo resmi membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang dengan memukul bedug dan menyoroti peran NU dalam sejarah bangsa Indonesia.