HP Mulai Lemot karena Penyimpanan Penuh? Coba 5 Cara Ini
Cara mengosongkan memori HP penuh tanpa menghapus data penting, mulai dari hapus cache, bersihkan WhatsApp hingga pindahkan file ke cloud.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja memastikan menggelar uji publik terhadap warga miskin pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) akhir bulan ini.
Hal itu dilakukan lantaran ada sebanyak 1.239 KMS yang belum bisa dientri hingga awal November ini. Padahal, pada Januari mendatang sebanyak 27.519 KMS sudah akan dicetak dan dibagikan kepada warga Kota Jogja.
“Setelah dilakukan uji publik kedua itu, kami baru bisa menetapkan data validnya,” kata Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja, Hadi Muchtar, Kamis (7/11/2013).
Dia mengungkapkan, dibandingkan tahun sebelumnya, pemegang KMS 2014 naik. Pada 2013 ada 21.229 KK, sedangkan pada 2014 menjadi 27.519 KK. Artinya ada kenaikan sebanyak 6.220 KK.
Dari jumlah tersebut, ada 25.980 KK telah didata, sisanya 1.239 KK belum dientri.
“Dari jumlah yang belum dientri, 228 di antaranya meninggal dunia, 667 pindah tempat tinggal, 122 tidak memiliki KTP dan sisanya tak mau didata,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara mengosongkan memori HP penuh tanpa menghapus data penting, mulai dari hapus cache, bersihkan WhatsApp hingga pindahkan file ke cloud.
RSUD Saras Adyatma Bantul membuka layanan Prenatal Gentle Yoga untuk ibu hamil guna menjaga kebugaran dan mempersiapkan persalinan lebih optimal.
12 amalan Bulan Muharram yang dianjurkan ulama, lengkap dengan dalil puasa Muharram, keutamaan Asyura, dan penjelasan para ulama.
AFEBIS mendorong kurikulum ekonomi syariah adaptif era digital untuk memperkuat ekosistem halal dan daya saing industri syariah Indonesia.
PDAM Batang menargetkan 2.000 pelanggan baru per tahun dengan menambah sumber air baku untuk mendukung pertumbuhan perumahan dan industri.
Rupiah diproyeksi menguat hingga Rp17.500 per dolar AS didukung kebijakan fiskal, suku bunga BI, dan membaiknya sentimen global.