Man and Euro coins --- Image by Guntmar Fritz/zefa/Corbis
1
Adults
Blazer
Budgeting
Business and commerce
Businessmen
Businesspeople
Close-up view
Clothing
Coin
Costume, clothing, and fashion
Cropped
European currency
European Union
European Union currency
Euros
Finance
Fingers
Hands
International organization
Investing
Jacket
Males
Men
Money
Occupations and work
Outerwear
People
Personal finance
Pile
Prosperity
Saving money
Stack
Stacking
Wealth
Whites
Harianjogja.com, JOGJA – Uang elektronik atau e-money dinilai lebih praktis digunakan. Namun, penggunaan uang ini masih sangat minim di wilayah DIY. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY dorong mahasiswa untuk giatkan penggunaan e-money di wilayah kampus.
Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Djoko Raharto mengungkapkan potensi penggunaan e-money di Jogja sangat besar. Sayangnya, sejumlah infrastruktur pendukung layanan uang elektronik ini masih minim.
“Kami sudah melakukan penelitian di beberapa perguruan tinggi di Jogja. Ada tiga universitas yang kami survei dan ternyata penggunaan e-money masih sedikit,” ujar Djoko saat ditemui belum lama ini.
Ketiga perguruan tinggi yang telah disurvei Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Atma Jaya.
Penggunaan e-money di wilayah kampus ini belum diaplikasikan dengan baik, lantaran infrastruktur yang belum mendukung.
“Beda dengan Jakarta, di sana masyarakat yang menggunakan e-money sudah banyak. Ini karena infrastrukturnya juga sudah mendukung,” imbuh Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: