Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Harianjogja.com, JOGJA—Tak kunjung cairnya dana keistimewaan DIY berdampak pada kejelasan pendataan tanah keprabon Sultan Grond dan Pakualam Grond yang tak bisa lekas dimulai.
"Belum tahu bisa dilaksanakan atau tidak, karena BPN [Badan Pertanahan Nasional] Kanwil DIY bilang waktu yang dibutuhkan sekitar dua bulan,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Pemerintah Daerah DIY, Haryanta, Jumat (8/11/2013).
Padahal, hingga awal bulan ini, belum ada kejelasan kapan danais bisa digunakan meski sebelumnya dijanjikan dana keistimewaan (danais) danais cair pada akhir Oktober.
Haryanta mengatakan pada danais tahun ini, ia mengusulkan anggaran sebesar Rp600 juta untuk inventarisasi 500 tanah Sultan Grond di Bantul.
Tanah keprabon merupakan tanah yang tidak tidak bisa diwariskan, seperti di antaranya adalah tanah bangunan Kraton, Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan.
"Kalau sertifikasi tidak bisa tahun ini, ya tahun depan,"ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran Rp578,93 miliar untuk mengejar target investasi nasional Rp2.322 triliun pada 2027.
Draf kesepakatan Iran-AS bocor. Selat Hormuz dibuka, sanksi ditangguhkan, aset Iran Rp427 triliun siap dicairkan.
Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong Pemda DIY memperketat penggunaan kendaraan dinas, memperbanyak rapat daring, dan efisiensi operasional.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka. Bahas kerja sama ekonomi dan tenaga kerja terampil.