Kulonprogo Miliki 50 Orang Pengendali Tanaman, Tapi Tak Populer

Minggu, 10 November 2013 12:21 WIB
Kulonprogo Miliki 50 Orang Pengendali Tanaman, Tapi Tak Populer

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kabupaten Kulonprogo memiliki 50 orang Regu Pengendali Tanaman (RPT) namun keberadaan mereka kurang populer.

Petani tidak tahu menahu soal keberadaan regu yang dibentuk pemerintah kabupaten dan bertugas membantu mereka untuk mengatasi serangan hama tersebut.

Handoyo, 60, petani Dusun Maesan Wetan, Desa Wahyuharjo, Kecamatan Lendah, mengatakan, sejauh ini pengendalian hama dilakukan petani secara swadaya. "Malah tidak tahu kalau ada regu pengendali tanaman," ujarnya, Sabtu (9/11/2013).

Hama wereng yang melanda wilayahnya, lanjut dia, telah merusak lebih dari 50% padi. Berbeda dengan serangan yang pernah terjadi pada 2011, kali ini wereng tidak mudah musnah sebab setelah penyemprotan populasinya tetap bertambah.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri, menuturkan, RPT bersifat sukarela yang mendukung gerak petani saat menemui kendala dan serangan di ambang batas toleransi. "Jadi tidak bisa bergantung dengan RPT," tukasnya.

RPT berisi 50 orang dari Kulonprogo yang secara sukarela memantau atau mengawal kondisi pertamanan secara intensif, sehingga populasi wereng berada di ambang toleransi atau hilang sama sekali. Ditambahkannya, ambang toleransi yang dimaksud, dalam satu rumpun populasi wereng berkisar empat atau lima.
(Switzy Sabandar/JIBI/Harian Jogja)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online