Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Harianjogja.com, SLEMAN – Benda purbakala yang diduga sebuah candi ditemukan di Dusun Bedingin, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Sleman.
Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY langsung melakukan ekskavasi penyelamatan terhadap Situs Bedingin ini.
Situs purbakala ini sebelumnya ditemukan pertama kali pada 20 Oktober 2013 oleh pekerja bangunan rumah setempat. Rencananya kawasan itu akan dijadikan cluster lima rumah berukuran besar. Pekerja menemukan benda itu saat akan membuat septic tank.
Pokja Perlindungan BPJB, Muhammad Taufik mengatakan, BPCB DIY langsung datang dan menindaklajuti temuan warga ini. Maka pada Senin (11/11/2013) lalu tim ekskavasi mulai menggali tanah di sekitar situs yang direncanakan hingga 20 November mendatang.
Taufik mengatakan, bersama sejumlah mahasiswa, pihaknya meneliti dan menggali di situs tersebut.
“Kami diberi waktu 10 hari atau hingga 21 November mendatang untuk menggali yang ada di sini. Nanti semua temuan akan kami teliti lebih lanjut di kantor dan akan keluar keputusan apakah akan dilanjutkan untuk ekskavasi lanjutan atau tidak,” jelas Taufik, Kamis (14/11/2013).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.