PENEMUAN CANDI DI SLEMAN : Diduga ada Candi Besar, Penggalian Sulit Dilakukan

Jum'at, 15 November 2013 13:10 WIB
PENEMUAN CANDI DI SLEMAN : Diduga ada Candi Besar, Penggalian Sulit Dilakukan

Harianjogja.com, SLEMAN- Tim ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menduga ada candi yang cukup besar di bawah lokasi penemuan benda purbakala di Dusun Bedingin, Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati, Sleman. Penggalian sulit dilakukan karena terkendala kondisi dan status lahan tersebut.

Kepala Seksi Perlindungan BPCB DIY, Wahyu Astuti mengatakan, selain http://www.harianjogja.com/baca/2013/11/15/penemuan-candi-di-sleman-ada-19-blok-batu-antefix-dan-makara-di-bedingin-465585" target="_blank">antefix dan makara, pihaknya masih menemukan sisi genta candi dan sebuah periuk.

Periuk ini berisikan lempengan emas dan lempengan perak. Lempengan emas ini ada tulisannya, namun karena kecil masih belum bisa terbaca.

“Kami masih mendalami lempengan emas dan sisi genta ini. Jika melirik dua benda ini sangat dimungkinkan ada candi yang cukup besar di bawah sini. Perkiraan kami candinya masih dibawah lagi, sebab yang kami temukan merupakan benda bagian atap saja,” jelas Wahyu.

Wahyu menuturkan, melihat struktur candi yang sudah ketemu, sangat dimungkinkan candi ini runtuh ke arah Selatan dan Barat Daya. “Untuk itu kami akan menggali sebelah sana,” terangnya.

Wahyu mengaku, sedikit kesulitan dengan upaya ekskavasi yang akan dilakukan ini. Menurutnya salah satu yang menyulitkan adalah, di atas situs tersebut sudah berdiri bangunan rumah.

“Penemuan situs ini juga saat kontraktor akan membuat septictank. Jadi situs ini sangat dalam di bawah. Untuk mengetahui lebih banyak kami harus membongkar lahan lebih luas. Hal ini sulit kami lakukan sebab di atas situs sudah berdiri rumah. Kalau membebaskan harganya pasti sangat mahal,” jelas Wahyu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online