Skandal Orang Hilang di Pulau Jeju Picu Kekhawatiran Wisatawan
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
Ilustrasi kekerasan (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Harianjogja.com, SLEMAN - Aksi kekerasan kian membudaya di Jogja. Kawasan Sleman menyumbangkan data paling banyak dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan catatan Harianjogja.com, aksi kekerasan yang dilakukan oleh mahasiswa luar Jogja kerap terjadi di Sleman. Tidak hanya kepada masyarakat namun juga kepada aparat sebagai korban.
Sebut saja tiga mahasiswa mabuk membuat geger sepanjang Jalan Solo, Maguwoharjo, Depok, Rabu (30/10/2013) lalu. Ketiganya sempat duel dengan masyarakat dan polisi, hingga kemudian dua pelaku ditangkap.
Sebelum itu, shelter Bus Trans Jogja berlokasi di bawah Jembatan Layang Janti, Depok Sleman dirusak seorang mahasiswa luar Jogja, Sabtu (19/10/2013). Pelaku sempat mengancam akan membunuh penjaga shelter. Seorang pelaku atasnama Ricky Richard Baran Sario ditangkap dalam kasus itu.
Kasus lain sejumlah preman di Babarsari, Depok melakukan penganiayaan terhadap seorang warga serta anggota opsnal Polsek Depok Barat, Aiptu Sugiyono. Polda DIY kemudian menggerebek gerombolan itu dan menangkap 11 orang terduga preman, pada Sabtu (26/10/2013).
Tetapi Polda DIY telah bertekad, karena membebaskan mereka dengan dalih kekurangan alat bukti.
Terkait maraknya aksi kekerasan dan premanisme, Kapolda DIY Brigjen Haka Astana menyatakan prihatin terutama ada sejumlah mahasiswa yang kerap bertindak kekerasan dalam keadaan mabuk.
Pihaknya sendiri tidak bisa berbuat sewenang-wenang terhadap mereka, karena kelompok mahasiswa itu disekolahkan ke Jogja untuk percepatan pembangunan di daerahnya.
"Saya sekarang prihatin bagaimana Kapolres saya di Sleman itu mendekati tokoh masyarakat yang dapat ditokohkan terutama dari wilayah timur Indonesia, tapi masih saja ada yang minum dalam keadaan setengah mabuk kita ingatkan polisi diserang," ungkapnya saat diwawancara Harianjogja.com belum lama ini.
Kapolda menambahkan aksi kekerasan lebih kerap terjadi karena pengaruh kelompok. Karena kebutuhan kelompok tersebut, pelaku melakukan tindakan yang menjurus ke pelanggaran hukum. Ketika ada pelanggaran hukum, kata dia, upaya penegakan selalu diusahakan. Hanya saja satu hal yang dikhawatirkannya adalah adanya "korban" dari pihak atau kelompok pelanggar itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skandal dugaan pemalsuan laporan orang hilang di Jeju memicu kekhawatiran wisatawan setelah empat orang ditemukan meninggal dalam tiga hari.
Leon Goretzka resmi bergabung dengan Aston Villa secara gratis setelah kontraknya bersama Bayern Muenchen berakhir pada musim panas 2026.
CJIBF 2026 di Jakarta mencatat potensi investasi Rp19,07 triliun untuk Jawa Tengah, termasuk komitmen dari investor China.
Izan Guevara dipastikan naik ke MotoGP 2027 bersama Prima Pramac Yamaha, menyusul Daniel Holgado dan David Alonso.
Astra Motor Safety Riding Center Jogja membekali 45 mahasiswa UNY dengan edukasi safety riding dan praktik berkendara aman.
Arie Sujito meminta pemerintah membenahi kebijakan setelah aksi demonstrasi. Ia menyoroti krisis ekonomi, politik, hukum, dan ketidakpercayaan publik.