KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah menyosialisasikan kawasan rawan bencana menurut karatkeristik wilayah masing-masing.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto, Senin (18/11/2013) menyebutkan wilayah yang rawan bencana yakni Piyungan, Pleret, Pundong, Pajangan, dan Imogiri dan Dlingo.
Menurutnya, untuk Pleret rawan datangnya angin kencang karena memang daerah hamparan luas pertanian, adapun Dlingo di wilayah perbukitan rawan tanah longsor.
"Kawasan rawan banjir meliputi Sewon, Banguntapan, Piyungan, Kasihan dan wilayah-wilayah yang dilalui sungai baik Opak maupun Winongo," jelasnya.
“Untuk angin tentunya menyeluruh, Hanya potensi pohon tumbang Sewon, Bantul, Kasihan dan wilayah yang banyak pohon perindangnya patut meningkatkan kewaspadaan,” imbuh Dwi.
Dari 75 desa di Kabupaten Bantul seluruhnya telah dirintis desa siaga bencana. Tidak saja membentuk tim masyarakt yang tangguh dan tanggap menghadapi kebencanaan namun juga melakukan penanganan bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jalan Gose-Palbapang Bantul akan dilebarkan menjadi empat jalur sepanjang 1,7 km. Jalan dilengkapi median, trotoar, dan PJU untuk mendukung akses Pansela.
Alex Rins memuji keunikan Sirkuit Mandalika jelang MotoGP Indonesia 2026. Pembalap Yamaha itu juga mewaspadai cuaca panas dan ingin bangkit dari hasil buruk di
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.