Sarana dan Prasarana Pasar Sentolo Minim

Senin, 18 November 2013 19:15 WIB
Sarana dan Prasarana Pasar Sentolo Minim

JIBI/Desi Suryanto Sejumlah kios pada Pasar Seni dan Kerajinan Kulonprogo di jalan Wates, Sentolo, Kulonprogo, DI. Yogyakarta tidak buka dan mangkrak seperti terlihat pada Rabu (17/04/2013). Sepinya tingkat kunjungan wisatwan maupun warga yang hendak berbelaja kerajinan membuat kebanyakan kios menutup tempat usahanya, hanya terdapat sekitar empat kios saja yang buka setiap harinya. Para pemilik usaha ditempat tersebut berharap pemerintah memperbanyak promosi pusat seni dan kerajinan itu.

Harianjogja.com,  KULONPROGO-Sarana dan prasarana di pasar percontohan nasional Sentolo dinilai minim. Hal ini tampak dari tidak adanya CCTV, tempat pembuangan sampah sementara, dan musala.

Kasubdit Pengembangan Sarana Distribusi Kementrian Perdagangan RI, Nina Mora,  mengungkapkan, secara fisik bangunan pasar sudah layak huni, tetapi kelengkapkan sarana dan prasarana masih banyak yang belum terpenuhi.

"Selain belum ada CCTV, penampungan sampah, serta mushola, penataan los juga belum ada pemisahan antara los basah dan kering," urainya saat melakukan peninjauan di Pasar Percontohan Nasional Sentolo Kulonprogo, Senin (18/11/2013).

Pasar percontohan Sentolo merupakan salah satu dari 23 pasar percontohan nasional.

Dijelaskannya, semua sarana prasarana penting ini harus diselesaikan pada pembangunan tahap pertama. Sebab, tahap ini akan menentukan keberlangsungan dukungan dana dari pemerintah pusat untuk pembangungan pasar percontohan Sentolo tahap kedua.

Ia menambahkan, setelah pasar ini beroperasi akan ada pendampingan kepada para pedagang selama tiga tahun tahun, yang meliputi manajemen, keuangan, pelayanan, dan sebagainya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan ESDM Kulonprogo, Niken Probo Laras, mengatakan, akan menindaklanjuti penilaian dan berusaha memaksimalkan keberadaan pasar Sentolo yang baru.

"Nanti kami akan berokoordinasi untuk memenuhi standar," ujarnya.
Terpisah, Sutiman, 50, pedagang di pasar Sentolo lama mengaku tidak keberatan jika harus direlokasi ke pasar yang baru. "Saya ikut pemerintah saja, baiknya seperti apa," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online