Seniman Lintas Negara Angkat Warisan Budaya ke Panggung Pertunjukan di Jogja
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Harianjogja.com, SLEMAN - Satuan Reskrim Polres Sleman membekuk tiga perampok sadis yang kerap menganiaya korbannya saat beraksi.
Komplotan itu terdiri dari Rajiman, 33, Angga, 31, dan Slamet, 32.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, ketiganya ditangkap setelah sebelumnya merampok di rumah janda kaya atas nama Nyonya Wignyo, 64, di Dusun Tiban, Sedangmulyo, Minggir Sleman.
Perampokan dilakukan pada 24 Agustus 2013 lalu saat malam hari dengan cara membobol pintu rumah bagian belakang. Para pelaku kemudian menyebar masuk ke dalam rumah.
Setelah berhasil mendapati letak korban di dalam rumah, salahsatu pelaku kemudian membekap mulut korban. Kemudian rame-rame mengikat korban dan melakban mulutnya agar tidak berteriak.
Sukses melumpuhkan korban kemudian diangkat menuju salahsatu kamar, para pelaku mengacak-acak rumah korban untuk mencari barang berharga. Ketiga pelaku menggasak uang tunai Rp6,4 juta di kamar korban serta membawa kabur emas 59 gram dan delapan lembar sertifikat tanah.
Korban yang melapor ke Polsek Minggir dengan nomor LP/31/VIII/2013/SLM/Sek direspon oleh Satreskrim Polres Sleman untuk memburu pelaku. Setelah memiliki cukup data dan keterangan saksi, polisi kemudian 'menjemput' para pelaku di rumahnya.
Rajiman ditangkap pertamakali di rumahnya Dusun Tiban, Sedangmulyo, Minggir Sleman pada Minggu (17/11/2013). Dari keterangan Rajiman, polisi kemudian membekuk Slamet di Batang, Jawa Tengah serta Angga di Bantul pada Senin (18/11/2013).
Rencana perampokan itu, diketahui berawal dari Rajiman yang masih satu dusun dengan dengan korban itu. Rajiman merasa dendam dengan korban karena sebelumnya pernah dilaporkan polisi atas tindakan penganiayaan sehingga ia mendekam di balik jeruji besi.
Di dalam sel, Rajiman kemudian bertemu dengan tersangka lain dan merencanakan perampokan di rumah Nyonya Wignyo. Rajiman merupakan otak perampokan yang bertindak sebagai penggambar lokasi rumah korban.
Kasatreskrim Polres Sleman AKP Alaal Prasetyo menyatakan pihaknya masih mengembangkan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.