KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pasangan selingkuh bernama Tamat Prasetyo, 45, warga Dusun Poko, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong dan Baeti, 40, diarak ratusan warga keliling dusun, Selasa (19/11/2013) malam.
Warga merasa geram dengan ulah keduanya karena perselingkuhan itu dilakukan sejak setahun yang lalu dan warga sudah mengingatkannya.
Agus, salah satu warga mengungkapkan, Tamat dan Baeti diarak ratusan warga dari 3 dusun, yaitu Dusun Trengguno Kidul, Trengguno Wetan dan Trengguno Lor, Desa Sidorejo, Ponjong.
Awalnya warga melihat Tamat di rumah Baeti di Trengguno Wetan pasa siang hari, keduanya pun langsung disidang warga.“Setelah itu malamnya kita arak keliling kampung ke rumah kepala desa,” kata Agus.
Menurut Agus, Tamat yang masih memiliki istri dan anak diketahui berselingkuh dengan Baeti, janda satu anak sejak setahu lalu. Kala itu warga mengingatkan agar Tamat menikahi Baeti. Namun peringatan itu tidak digubris, justru pasangan selingkuh tersebut sampai memiliki satu anak.
Sejak Baeti memiliki anak dari pasangan selingkuhannya, Tamat pun jarang di rumah. “Kebetulan hari ini tadi kita melihat tamat di rumah baeti, warga langsung menggeruduknya,” ucap Agus.
Kelapa Dusun Trengguno Wetan, Sumilan mengatakan, setelah ddilakukan persidangan oleh warga dan musyawarah dengan kepala desa, warga kembali memberikan peringatan agar Tamat dan Baeti segera menikah.
“Kami berikan tenggat waktu lagi tiga bulan untuk menikah, jika tidak maka hukum adat akan diberlakukan,” tegas Sumilan.
Hukum adat yang dimaksud Sumilan adalah mengarak pasangan selingkuh keliling dusun dengan cara ditelanjangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Colliers Indonesia menilai Gen Z sulit menembus KPR bukan sekadar karena gaya hidup, tetapi terkendala affordability dan bankability.
Komisi IV DPRD Kulonprogo mengintensifkan pengawasan revitalisasi sekolah untuk memastikan bangunan aman, layak, dan berkualitas.
Stefan Ashkovski mengalami cedera ringan dan berlatih terpisah jelang PSS Sleman menghadapi PSM Makassar akhir pekan nanti.
Polresta Sleman mencatat dua kasus penelantaran bayi sepanjang 2026. Keduanya dilakukan pasangan di luar nikah yang bingung mengasuh anak.
Prabowo mengingatkan sekitar 800 pati TNI-Polri untuk bekerja lebih baik, menjaga integritas, kompak, dan tidak mengulangi pelanggaran.