AKTIVITAS GUNUNG MERAPI : Puncak Merapi Retak 250 Meter

Kamis, 21 November 2013 14:35 WIB
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI : Puncak Merapi Retak 250 Meter

ANCAMAN LETUSAN GUNUNG MERAPI Gunung Merapi mengeluarkan asap sulfatara yang difoto dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang berjarak sekitar 4 Km dari puncak Gunung Merapi di Kali Tengah Lor, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (29/8). Menurut humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho kubah lava Merapi yang saat ini terbuka diperkirakan hingga seratus tahun ke depan letusannya mengarah ke selatan dan hingga kini masih ada 986 Kepala Keluarga yang masih tinggal di KRB III yang t

Harianjogja.com, JOGJA- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY sudah mengevaluasi letusan freatik yang terjadi di Gunung Merapi pada Senin (17/11/2013).

Akibat letusan itu, BPPTKG mencatat telah terjadi retakan pada sumbat luva atau kubah lava. Kepala BPPTKG Subandriyo mengatakan, retakan melintang sepanjang 250 meter dengan lebar maksimal 50 meter.
Menurutnya, retakan itu cukuplah besar.

"Hampir sama dengan diamater sumbat lava yang mencapai 300 meter," ungkap Subandriyo saat ditemui di kantornya, Rabu (20/11/2013).

Dengan sumbat lava selebar itu, menurut dia, mempermudah rembesan air hujan yang berinteraksi dengan pelepasan gas akibat akivitas magma.

Namun, ia menegaskan, pelepasan gas itu tidaklah stabil. Sehingga tidak selalu ketika hujan lebat akan menimbulkan letusan freatik. "Tanpa panas letusan tak terjadi, " ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online