Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Foto Ilustrasi rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Reuters )
Harianjogja.com, KULONPROGO- Rumah sakit tipe D di Desa Banguncipro Sentolo Kulonprogo yang saat ini masih dalam proses pembangunan, diharapkan bisa mulai beroperasi pda 2014.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi berharap agar penyelesaian rumah sakit bisa diupayakan tepat waktu, yakni pertengahan Desember selesai.
Dia berharap 2014 nanti rumah sakit itu benar-benar sudah beroperasi sehingga dapat meminimalisasi penumpukan pasien di RSUD Wates.
"Apalagi 2014 ada program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial untuk penyempurnaan jaminan kesehatan. Hal itu tentu saja akan menyebabkan peningkatan pasien yang datang ke RSUD," ujar Hamam, Jumat (22/11/2013).
Sementara jumlah bangsal kelas III di RSUD Wates jumlahnya sangat terbatas. Untuk mencegah penumpukan pasien itulah, cara paling efektif menurut Hamam adalah mempercepat pengoperasian rumah sakit tipe D di Banguncipto.
Sebelumnya, http://www.solopos.com/2013/11/22/sering-hujan-pembangunan-rumah-sakit-di-kulonprogo-lambat-467514" target="_blank">tingginya curah hujan di Kulonprogo akhir-akhir ini menjadi kendala terhadap proses pembangunan rumah sakit tersebut. Proses penyelesaian pembangunan sarana kesehatan itu pun terancam molor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.