Gendhis Siswi SMPN 1 Kalasan Sabet Emas di Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebanyak 77 mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) dari Fakultas Ilmu Budaya belajar bersama di Dusun Plumbungan, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Minggu (24/11/2013). Mahasiswa UGM ini melakukan observasi dalam rangka praktek mata kuliah kepariwisataan.
Pada kegiatan ini, mereka mengunjungi warga dan menelusuri objek-objek yang bisa dijadikan wisata alam.
Winarto, Dosen Pengantar Kepariwisataan UGM mengatakan pihaknya sengaja mengajak mahasiswa tersebut observasi dan inventarisasi wisata di Gunungkidul.
“Dari hasil observasi teman-teman mahasiswa ada tiga hal yang bisa dikembangkan dari sisi wisata yang bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat,” kata dia.
Ketiga hal tersebut, lanjut Winarto adalah seni budaya, wisata agro dan wisata tracking.
Winarto melihat banyak kesenian masyarakat lokal yang bisa diberdayakan seperti karawitan, terbangan (salawat), dan ketoprak. Kemudian dari sisi Agro, kata Winarto, banyak pohon kakau dan pisang yang bisa dijadikan daya tarik wisata.
“Tadi kita melihat ada lokasi watu pendopo, menurut saya bisa dijadikan untuk wisata tracking,” paparnya.
Winarto mengaku akan membawa hasil observasi tersebut kepada pihak kampus untuk dijadikan program kerja pengembangan desa wisata yang kemudian ditindaklanjuti bersama warga masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atlet Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman, DIY, Gendhis Kirania Wulandari, menorehkan prestasi membanggakan
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.