Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
dokumen
Harianjogja.com, BANTUL- Puluhan pelajar SMP, SMA dan SMK ditangkap polisi di Jalan Wates, Ngestiharjo, Kasihan Bantul karena ditengarai hendak melakukan tawuran. Sejumlah senjata tajam ditemukan polisi.
Informasi yang dihimpun media ini, puluhan pelajar yang berasal dari SMP 4 Gamping (Sleman), SMP 1 Kasihan (Bantul), SMP Muhamadiyah 1 Gamping (Sleman) dan SMK 1 Sedayu (Bantul) ditangkap polisi sekitar pukul 15.30 WIB di dekat SMP 1 Kasihan, Jalan Wates.
Kepala Unit III Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bantul, Ipda Rizal Nugra Wijaya mengatakan, para pelajar tersebut diduga hendak melakukan tawuran dengan berjanji bertemu di SMP 1 Kasihan.
Awalnya rombongan pelajar itu memarkir sepeda motor mereka di belakang SMP 1 Kasihan. Warga yang curiga dengan gelagat mereka langsung menelepon polisi.
Polisi langsung bergerak ke lokasi. Di sana polisi menemukan dua senjata tajam yang dibawa sejumlah remaja tersebut.
Sebanyak 38 siswa tersebut lalu digelandang ke Polres Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.
Prabowo memperluas proyek tambak produktif di Waingapu, Gorontalo, dan Pantura untuk memperkuat pangan dan membuka lapangan kerja.
Blackout Sumatera dipicu cuaca buruk. PLN bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan dan mengerahkan ratusan personel.