Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO AKSI SIMPATIK SELAMATKAN KPK -- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-UGM melakukan aksi simpatik di Bundaran UGM, Sleman, Jumat (28/10). Momentum Hari Sumpah Pemuda digunakan para mahasiswa ini untuk menggelar aksi penyelamatan KPK untuk apat bangkit melawan korupsi dan mampu mewujudkan kesejahteraan Indonesia.
Harianjogja.com, BANTUL – Demokrasi dalam pelaksaaan pemilihan dukuh (Pilduk) Dusun Joho Desa Jambitan Kecamatan Banguntapan Minggu (1/12/2013) ternoda.
Sekelompok masa pendukung calon dukuh kalap dan ngamuk di Tempat Pemungutan Suara (TPS) setelah penghitungan suara dimenangkan calon nomor urut 1 Wiarto.
Diduga dari kelompok pendukung calon nomor 2 Nur Ahmad Agung Dwinanto tak terima sehingga mengamuk dengan membanting kursi ke TPS 3 sebelum akhirnya bubar meninggalkan lokasi.
Pantauan Harianjogja.com, kericuhan bermula menjelang detik-detik akhir penghitungan suara. Pendukung salah satu pasangan yang perolehan suaranya keok dibawah calon unggul, seketika langsung mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Ada yang merusak beberapa fasilitas TPS dengan melempar kursi. Kelompok ini langsung pergi meninggalkan tempat,” kata seorang saksi enggan disebutkan namanya kepada Harianjogja.com.
Pemilihan dukuh Jogo diikuti tiga kandidat yakni nomor urut 1 Wiarto, nomor urut 2 Nur Ahmad Agung Dwinanto dan nomor urut 3 Badarodin. Saksi lain menyebutkan suasana memanas seketika muncul saat nyaris perhitungan sementara berakhir.
Perolehan suara nomor urut 1 Wiarto 370 suara diatas perolehan calon nomor urut 2 yang hanya meraih 360 suara dan calon nomor urut 3 hanya 213 suara.
“Mungkin karena hanya kalah tipis mereka teriak-teriak kecewa,” salah satu pendukung Wiarto.
Agus salah satu warga Joho menilai potret ngamuknya kelompok pendukung calonyang kalah mencerminkan demokrasi yang tumbuh di tingkat dusun di Jambitan belum berjalan baik.
“Demokratis tidak hanya mencakup proses yang bersih dan sehat, tapi juga kedewasaan menghadapi hasil pemungutan suara. Dan ternyata masyarakat kami belum siap,” ujar tokoh pemuda setempat menyesalkan ulah kubu kelompok ngamuk.
Hingga petang kemarin sejumlah personil Polsek Banguntapan masih disiagakan dilokasi kejadian untuk mengawal jalannya perhitungan suara sampai selesai. Petugas juga bersiaga untuk menghindari kemarahan warga meluas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PSS Sleman imbang 1-1 melawan PSM Makassar. Pieter Huistra memanfaatkan laga pramusim untuk menguji pemain di posisi berbeda.
Revisi Perda KTR Jogja ditunda ke 2027. Reklame rokok direncanakan berjarak 200-300 meter dari fasilitas tertentu.
BNPB memperkuat penanganan karhutla di enam provinsi dengan mengerahkan helikopter patroli, OMC, dan water bombing.
DPRD Gunungkidul menargetkan pembahasan tiga raperda inisiatif rampung awal September, mencakup reklame dan perlindungan petani.