Sekolah Boleh Tahan Ijazah Siswa, tapi...

Senin, 02 Desember 2013 16:13 WIB
Sekolah Boleh Tahan Ijazah Siswa, tapi...

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kepala Seksi Kurikulum dan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan Kulonprogo, Subardi mengungkapkan, pentingnya penahanan ijazah siswa yang masih menunggak biaya sekolah saat yang bersangkutan sudah lulus.

Penahanan ijazah, menurut dia, wajib dilakukan untuk menggugah kesadaran orangtua/wali murid agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap sekolah.

"Cuma praktiknya jangan sampai menyulitkan siswa. Ijazah boleh ditahan, tapi siswa tetap harus diberi fotokopi ijazah yang sudah dilegalisasi. Jadi dia tetap bisa melanjutkan kerja atau sekolah, kan yang diperlukan fotokopi yang dilegalisasi, bukan ijazah aslinya," ujarnya kepada Harianjogja.com, belum lama ini.

Terkait tunggakan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) untuk tingkat SMK, Disdik Kulonprogo baru merekap sampai dengan pertengahan 2013 ini.

Subardi mengungkapkan angkanya saat itu sekitar Rp400 juta. "Data kan kita dapat dari sekolah-sekolah. Nah untuk semester berjalan ini sekolah belum mengirimkan data mengenai tunggakan itu," imbuh dia.

Terpisah, Kepala SMK Negeri 1 Pengasih, Tri Subandi mengaku, tunggakan SPP masih kerap terjadi meski biaya pendidikan di sekolahnya masih tergolong murah, yakni Rp100.000 per bulan.

"Itu pun masih ada bantuan operasional sekolah. Jadi siswa tidak membayar penuh," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online