KPK Sita Dokumen Saat Geledah Kantor Bupati Muara Enim
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Harianjogja.com, KULONPROGO - SMK Negeri 1 Pengasih mendapatkan banyak kunjungan dari perwakilan sekolah yang berasal dari luar pulau selama November lalu.
Dalam sebulan lalu ada beberapa kunjungan, yakni dari Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatra Selatan. Terakhir, Sabtu (30/11) lalu beberapa perwakilan sekolah dari Bangka Belitung berkunjung ke Pengasih.
Kepala SMK Negeri 1 Pengasih, Tri Subandi mengatakan, sejumlah sekolah tersebut melakukan studi banding sekaligus ingin mempelajari teknik kebersihan sekolah.
"Kebetulan beberapa waktu lalu kami kan berhasil merakit sebuah mesin daur ulang sampah. Hasil penemuan itu kami aplikasikan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah," ujar Tri, Senin (2/12/2013).
Tri menambahkan, beberapa sekolah dari luar kota rencananya juga akan mengunjungi sekolahnya. Cuma pemberitahuan secara resmi belum dilakukan, baru sebatas melalui telepon saja.
Dia sangat mengapresiasi, SMK Negeri 1 Pengasih bisa mendapatkan kunjungan dari sekolah yang berasal dari luar pulau.
"Semoga saja ada sisi positif dari semua ini. Kami menganggapnya ini sebagai sebuah pertukaran ilmu," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita dokumen saat menggeledah Kantor Bupati Muara Enim dan sejumlah lokasi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap.
Bansos Digital siap diluncurkan nasional pada akhir 2026. Prabowo akan mengecek langsung uji coba sistem Perlinsos Digital pada Juli.
Kemenhub memperoleh pagu indikatif Rp28,34 triliun pada 2027. Pemerintah mengusulkan tambahan anggaran untuk keselamatan dan layanan transportasi.
AHM dan Astra Motor Jateng meresmikan Pos AHASS TEFA di SMK Muhammadiyah 3 Weleri untuk memperkuat kompetensi siswa dan mendukung industri otomotif.
Pemerintah memastikan implementasi biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 siap dijalankan setelah serangkaian uji teknis menunjukkan hasil positif.
Selama lima tahun rutin berobat hipertensi, peserta JKN asal Bantul ini mengaku seluruh biaya pemeriksaan dan obat ditanggung BPJS Kesehatan.