FASILITAS DIFABEL : Difabel Bantul Tuntut Regulasi

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 05 Desember 2013 14:50 WIB
FASILITAS DIFABEL : Difabel Bantul Tuntut Regulasi

JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya AKSES DIFABEL- Adi Sunarso, 60, mendorong kursi roda di <i>Ciry Walk</i><i> Jl Slamet Riyadi, Solo, Rabu (18/1). Sebanyak 80 persen dari jumlah difabel di Solo yang kian bertambah tiap tahunnya adalah pekerja serabutan dan pengangguran, hanya 20 persen dari mereka yang bekerja dan mempunyai penghasilan tetap. </i>

Harianjogja.com, BANTUL- Sejumlah warga berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Fomunikasi Difabel Bantul menuntut pemenuhan hak-hak mereka ke pemerintah.

Kamis (5/12/2013) siang, sejumlah warga difabel mengadu ke DPRD Bantul. Mereka menuntut agar pemerintah memberikan fasilitas yang layak serta memenuhi hak mereka. Misalnya mengenai akses pekerjaan, sarana transportasi yang dapat diakses difabel dengan mudah, serta akses masuk ke tempat-tempat publik.

"Kami menuntut pemenuhan hak-hak difabel serta meminta ada regulasi berupa Perda [peraturan daerah] maupun Perbub [peraturan bupati] yang mengatur soal itu," kata Ketua Forum Komunikasi Difabel Bantul Dwi Suka Sulistyaningsih.

Di Bantul saat ini terdapat lebih dari 5.000 warga difabel. Kepala Dinas Sosial Mahmudi mengakui, Bantul belum menjadi kota yang ramah bagi difabel. Belum ada warga difabel yang bekerja di perusahan-perusahaan di daerah ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online