Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Realisasi pengerjaanhttp://www.harianjogja.com/baca/2013/12/05/realisasi-jjls-2014-40-untuk-kulonprogo-471615" target="_blank"> jalur jalan lintas selatan (JJLS) berjalan lambat.
Kepala Satuan Kerja Proyek Jalan Nasional, Heru Prayogo menyebutkan dari keseluruhan jalur sepanjang 138 km, pada 2013 ini baru menyelesaikan 38 km. Sisanya dia harapkan selesai sampai 2018 atau 2019 mendatang.
Menurut dia, ada beberapa hal yang tidak bisa ditangani langsung karena ketentuan memang tidak membolehkan.
"Misalnya soal akuisisi lahan, kami tidak masuk ke situ. Tapi konstruksinya bisa,” jelasnya, baru-baru ini.
Kondisi ini, lanjut dia, terjadi karena jalan yang digunakan untuk JJLS berstatus strategis nasional, bukan jalan nasional, sehingga penyelesaian proyek kemungkinaan akan berlangsung lama pembebasan lahannya menggunakan dana APBD.
Padahal jika status jalan nasional bisa diselesaikan dengan dana APBN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.
KAI menghadapi persoalan pembebasan lahan dalam pembangunan jalur kereta baru di Sumatra, Kalimantan, dan Bali.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.