Mary Mcbride Mempromosi Toleransi dan Kebebasan di Jogja Melalui Musik

Jum'at, 06 Desember 2013 14:50 WIB
Mary Mcbride Mempromosi Toleransi dan Kebebasan di Jogja Melalui Musik

Band asal Amerika Serikat, Mary McBride, mengadakan tur di 19 negara sejak Juni 2011. Selama itu mereka menggelar konser hingga ribuan kali. Pada Kamis (5/12/2013) grup band ini singgah ke Jogja menyapa penggemar musik Kota Gudeg. Kedatangannya ini sekaligus menggenapi tur mereka ke 20 negara.

Sejak Juni 2011 hingga Desember 2013, Mary McBride sudah tampil di 20 negara di berbagai belahan dunia, mulai Eropa, Amerika Latin hingga negara yang sedang berkonflik seperti Afganistan, Turki, Pakistan dan Libya.

Band yang digawangi Mary McBride (vokal), Greg (bass), John (piano), Paul (gitar) dan Mark (drum) ini nekad melakukan tur di daerah konflik semata demi menghibur orang-orang yang selama ini tidak pernah menyaksikan konser secara langsung.

Selain itu Mary McBride juga ingin menjadi duta kebudayaan bagi negaranya kalau saja Amerika Serikat adalah negara yang ramah.

Mary McBride berkisah, bandnya terbentuk pada 2001 di New York. Pada masa awal berdiri, mereka memainkan banyak aliran musik seperti country, rock n roll, pop, dan masih banyak lagi.

Mary McBride sendiri merupakan penyanyi dan penulis lagu yang prestasinya diakui dunia. Lagunya berjudul No Ones’s Gonna Love You Like Me bahkan digunakan sebagai musik latar film Brokeback Mountain.

Setelah banyak melakukan bongkar pasang personel, pada 2010 mereka fokus tampil di panti asuhan, rumah sakit hingga di hadapan penyandang disabilitas.

“Kami semata ingin menghibur mereka yang kesusahan. Selain itu kami ingin mempromosikan toleransi dan kebebasan berekspresi,” katanya saat ditemui Harianjogja.com saat menggelar workshop di Auditorium Mini Concert Etnomusikology Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Jl. Parangtritis, Sewon, Bantul, Kamis (5/12/2013).

Rupanya kepeduliaan Mary McBride melakukan konser kemanusiaan menarik perhatian Departemen Luar Negeri AS. Mary McBride pun lantas diajak bekerja sama menjadi duta kebudayaan AS agar tampil di banyak negara.

Saat ditanya terkait pengalamannya tampil di luar negeri terutama di daerah konflik Mary McBride mengaku sangat bersyukur karena mereka tidak mendapatkan halangan. “Kebetulan pengamanan kami dijamin oleh Departemen Luar Negeri AS,” terangnya.

Bahkan di beberapa negara yang tengah berkecamuk konflik, mereka disambut dengan baik, meski mereka notabene adalah warga Amerika Serikat yang selama ini dianggap menjadi musuh seperti di Libya, Afganistan dan Pakistan.

“Justru musiklah yang mempersatukan semuanya,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online