WISATA GUNUNGKIDUL : Menyibak Eksotika Sawangan

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Sabtu, 07 Desember 2013 17:17 WIB
WISATA GUNUNGKIDUL : Menyibak Eksotika Sawangan

Harianjogja.com-Air Terjun Sawangan  yang terletak tersembunyi di Desa Getas, Kecamatan Playen masih menyisakan rasa penasaran. Harianjogja.com sempat menelusuri air terjun bertingkat itu pada Juni lalu. Kala itu Harianjogja.com hanya bisa menyaksikan empat tingkat utamanya.

Rasa penasaran terus menggelitik untuk menelusur lebih jauh. Sawangan yang dikunjungi pertama kali seolah masih menyembunyikan belasan tingkat lainnya. Koran ini pun memutuskan kembali menelusur eksotika Sawangan ketika musim hujan sudah tiba sehingga debit air lebih besar sehingga jatuhan air lebih banyak.

Penelusuran dimulai dari tingkat paling bawah. Mulanya ingin melewati sungai di bawahnya. Namun lantaran sungai meluap dan berarus deras. Keinginan untuk menguak kecantikan Sawangan pun memberikan motivasi untuk mencari jalan lain menuju dasar air terjun.

Hujan yan turun di malam sebelumnya membuat ladang basah dan licin. Setelah berjalan memutar sekitar 300 meter akhirnya sampai dengan jalan menurun dari pematang sawah. Jika tidak hati-hati bisa terpeleset dan terjerembab dan mandi lumpur seperti yang tim Harianjogja.com alami.

Kondisi dasar air terjun yang berlumut dan berlumpur pun membuat jalan licin sehingga memerlukan kehati-hatian yang tinggi. Disarankan untuk mengunjunngi Sawangan ketika cuaca cerah berjaga-jaga semisal ada banjir kiriman. Selain itu pergi bersama teman dan membawa tongkat untuk bertumpu akan sangat membantu.

Banyaknya anak Sawangan membuat perjuangan terbayarkan.  Benar saja, tidak hanya ada empat tingkat namun ada belasan tingkat baik yang besar maupun kecil. Mereka berpadu menjadi kesatuan yang menarik nan elok.

Suara gemericik air membuat suasana menjadi santai dan betah berlama-lama. Dedaunan rimbun dari semak belukar di kanan kiri bahkan tengah jalur Sawangan menambah kesan gemas.

Dedaunan itu membuat Sawangan terlihat malu-malu untuk menunjukkan kemolekannya.

Rasa senang bercampur rasa kesal lantaran ada satu tingkat yang cukup besar namun susah dijangkau. Tak ada jalan yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki baik dari atas, samping maupun bawah. Menjangkau dengan teknik rappeling sepertinya bisa menjadi solusi menjajaki eksotika jatuhan air tersebut.

Sawangan masih asri lantaran warga sekitar pun belum mengetahui keindahannya.

Kepala Urusan (Kaur) Ekonomi Pembangunan (Ekobang) Desa Getas, Supani mengatakan ke depannya air terjun tersebut akan dikelola sehingga menjadi objek wisata yang menarik.

“Tapi sebelumnya kami akan membangun akses jalan dari perempatan Gubukrubuh ke lokasi terlebih dahulu, setelah itu baru ke pengelolaan air terjun. Karena air terjun itu ada di wilayah pihak kehutanan, maka akan kami koordinasikan lebih dulu,” tutur dia, Sabtu (6/12/2013).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis