Banjir di Jogja karena Banyak Sebab

Jumali
Jumali Jum'at, 13 Desember 2013 12:21 WIB
Banjir di Jogja karena Banyak Sebab

JIBI/Desi Suryanto Warga menanti surutnya air yang membanjiri kampung mereka di Klitren Lor, Gondokusuman, Yogyakarta, Rabu (11/12/13) petang. Tidak banyak yang bisa diperbuat warga saat menghadapi banjir musiman akibat meluapnya Kali Manunggal yang membelah perkampungan itu, sebagain besar warga telah mengantisipasi masuknya air banjir dengan membuat tanggul pada bagian pintu-pintu rumah.

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Kimpraswil Jogja Toto Suroto menyatakan luapan air hujan tidak hanya terjadi di kawasan sekitar sungai, akan tetapi juga terjadi di sejumlah jalan di Jogja.

Hal itu dikarenakan banyaknya tumpukan sampah dan penyerapan air yang kurang maksimal di wilayah perkotaan.

“Kami sudah maksimal dalam upaya pencegahan. Pelumpuran dan pembersihan drainase sudah dilakukan. Tetapi, kenyataannya di sejumlah jalan, banyak sampah yang menyebabkan luapan air,” katanya, Kamis (12/12/2013)

Persoalan luapan air yang disebabkan kombinasi sampah dan tingginya curah hujan, diperparah lagi dengan adanya pengerjaan proyek yang belum selesai.

Banyak pekerjaan galian belum selesai menyebabkan banyak material dan muncul genangan di sejumlah jalan. Meski begitu, dia tidak bisa berbuat banyak, kecuali melakukan koordinasi dengan Pemda DIY.

“Untuk proyek kabel optik sudah kami setop. Tidak ada izin dulu. Tetapi untuk pembangunan IPAL, kami akan berkoordinasi dengan Pemda DIY,” terang dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online