Unriyo Cetak 285 Lulusan, Rektor Ingatkan Kemampuan Adaptif
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.
dokumen
Harianjogja.com, SLEMAN- Ditreskrimum Polda DIY sudah mengantongi identitas pelaku perusakan makam cucu Sultan HB VI, Karangkabolotan, Semaki, Umbulharjo, Jogja.
Sebanyak tujuh Organisasi Masyarakat (Ormas) telah selesai diperiksa selama dua pekan dalam kasus tersebut.
Sebelumnya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X menyesalkan perusakan makam Ki Ageng Prawiro Purbo itu dan meminta polisi mengusut tuntas pelakunya. Perusakan dilakukan oleh sekelompok massa pada Senin (16/9/2013) pukul 23.00 WIB.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) I Keamanan Negara AKBP Djuhandani menjelaskan pihaknya telah selesai memeriksa tujuh ormas serta MUI di wilayah DIY melalui koordinasi dengan Polresta Jogja.
Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa aksi perusakan semacam itu tidak dilakukan oleh ormas yang terdaftar di MUI. "Dimana keterangan yang disampaikan itu banyak tidak berkaitan dengan misinya ormas [Islam] yang terdaftar [MUI]," terang Djuhandani, Jumat (13/12/2013).
Karena itu, lanjutnya, kepolisian menengarai pelaku perusakan meruncing pada sekelompok massa yang bersifat cabutan. Artinya para pelaku memang terorganisir dalam bentuk massa tetapi mereka tidak mau menunjukkan jati dirinya.
Selain itu pelaku bergerak cenderung spontanitas dan personelnya diorganisir secara tertutup. Kaitan nama Brigadir Al-Haqq yang dituliskan oleh pelaku di TKP bukan termasuk ormas yang terdaftar di MUI.
Identitas itu kemungkinan bisa disebut ormas karena memiliki massa tetapi tidak terlegislasi melalui MUI. Sehingga kelompoknya bersifat tertutup dalam melakukan aksi seperti perusakan.
"Dan itu biasanya dilakukan oleh kelompok cabutan. Mereka tidak mau menunjukkan jati diri. Kemudian orang-orangnya diajak secara tertutup," imbuhnya.
Pihaknya kini tengah membidik target yang dicurigai tersebut melalui proses penyidikan. Target massa itu, kata Djuhandani, masih berada di wilayah Jogja dan tidak berada di luar daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rektor menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi kompleksitas dunia modern. Keberhasilan lahir dari kerja tim, jejaring.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)