WASPADA LEPTOSPIROSIS : Penyakit Menyebar Hingga Perkotaan

Selasa, 17 Desember 2013 17:38 WIB
WASPADA LEPTOSPIROSIS : Penyakit Menyebar Hingga Perkotaan

Harianjogja.com, SLEMAN–Penyebaran penyakit leptospirosis tidak lagi hanya dipersawahan atau wilayah pedesaan saja. Tahun ini, Pemkab Sleman melihat penyebaran penyakit yang berasal dari urin binatang pengerat ini sudah ada di wilayah perkotaan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, mafilindati Nuraini mengatakan penyebaran leptospirosis mencapai 19 kasus pada 2013. Namun tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. “Sekarang penyebaran leptospirosis tidak spesifik di wilayah pertanian. Tahun lalu memang masih di wilayah pedesaan saja, namun tahun ini diperkotaan juga ada yang terkena leptospirosis,” kata kada Mafilindati saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (17/12/2013).

Sejumlah wilayah perkotaan yang ditemukan kasus leptospirosis, antara lain Kecamatan Depok dan Berbah. Pada lalu, leptospirosis hanya ditemukan di Kecamatan Prambanan, Minggir dan Moyudan.

Menurut Mafilindati, penyebaran leptospirosis semula hanya di wilayah pertanian tapi kemudian menyebar ke perkotaan. Leptospirosis disebabkan kuman leptospira patogen. Kuman tersebut disebarkan melalui urin tikus yang terinfeksi.

“Penyebaran kuman ini dibantu air saat musim hujan. Kalau ada air hujan, risiko penyebaran lebih besar. Makanya pada musim kali ini kami berharap warga berhati-hati,” kata Mafilindati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online