Cek Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru Hari Ini, Murah & Bebas Macet
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Jibi/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi Pasien lanjut usia (lansia) saat diperiksa oleh dokter dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (perdami) sebelum pelaksanaan operasi katarak gratis untuk memperingati HUT Bhayangkara bekerjasama dengan PT. Sidomuncul dan Perdami Jogja di RS. Bhayangkara, Kalasan, Sleman, Selasa (26/6). Setiap tahun penderita penyaklit katarak mengalami peningkatan sebanyak 0,1% dari seluruh penduduk di Indonesia.
Harianjogja.com, SLEMAN–Pasien penyakit katarak termasuk kasus yang tinggi diderita masyarakat Indonesia. Di DIY saja, setiap tahun ada sekitar 3.500 orang penderita katarak baru atau sekitar 0,1% dari total penduduk DIY sekitar 3,3 juta jiwa.
Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Eva Revana, mengatakan, jumlah penderita karatak di Indonesia mencapai 1,6% dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut berdasarkan data 1999 yang hingga kini masih bertahan.
"Angka ini jelas cukup tinggi karena penanganannya pun tidak berkelanjutan. Kami bertekad mengurangi angka penderita katarak khususnya di DIY,” ujar Eva di sela kegiatan operasi gratis katarak di RSA, Selasa (17/12/2013).
Eva mengatakan, selain faktor pengetahuan terkait katarak yang rendah, faktar ekonomi menjadi alasan utama penderita katarak membiarkan penyakit mata tersebut.
Padahal, bila dibiarkan penderita akan mengalami kebutaan. Akibatnya, jumlah penderita katarak terus tinggi setiap tahunnya. “Fenomena ini banyak ditemukan di kalangan masyarakat pedesaan atau pinggiran. Kebanyakan belum mengerti jika kebutaan akibat katarak bisa disembuhkan total," terang Eva.
Untuk menurunkan angka deadlock katarak, pihaknya sudah tiga kali melakukan kegiatan operasi katarak gratis. Sejak 2012, RSA UGM melakukan operasi katarak gratis terhadap sekitar 160 penderita katarak.
Harapannya, operasi gratis tersebut bisa membantu masyarakat untuk menyembuhkan penderita katarak.
"Karena banyak berada di daerah pinggiran dan pedesaan, kami menggunakan cara ‘jemput bola’. Selain melakukan sosialisasi, kami juga mengooperasi indera penglihatan agar dapat melihat lagi," kata Eva.
Pihaknya berharap agar masyarakat tidak sungkan mengoperasi katarak ke rumah sakit. Sebab, proses operasi bisa dijamin dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
"Memang jaminan kesehatan belum menyentuh seluruh penduduk miskin. Makanya, operasi katarak dianggap mahal. Untuk mandiri, biaya paket operasi ini membutuhkan dana Rp2,5juta,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal terbaru KRL Jogja–Solo 23 Mei 2026. Berangkat tiap jam, tarif Rp8.000, rute Tugu–Palur lengkap.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)