Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit leptospirosis.
Kasus di DIY, sepanjang 2013 hingga akhir November, terdata ada 147 kasus. Sebanyak enam pasien tercatat meninggal, kesemuanya berasal dari Kulonprogo.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Daryanto Chadorie mengatakan area persawahan menjadi tempat rawan penularan leptospirosis. Namun, penyakit akibat bakteri Leptospira ini juga rawan bergeser dari area persawahan ke permukiman padat.
“Karena permukiman padat memiliki sanitasi yang kurang baik,” ungkapnya, Rabu (18/12/2013).
Curah hujan yang tidak menentu saat ini, menurutnya, mendukung terjadinya luapan sanitasi sehingga menimbulkan genangan air.
Ia menyarankan, apabila ada genangan air di lingkungan padat penduduk, lebih baik dihindari. Atau mencuci dengan sabun hingga bersih. Kalau terdapat luka di tubuh, sebaiknya ditutup dengan plester atau sejenisnya yang kedap air agar tidak mudah terinfeksi kencing tikus, yang kemungkinan larut dalam genangan air.
Ketika menyimpan makanan di rumah, Daryanto mengimbau agar disimpan dengan tertutup rapat. Jangan biarkan tikus masuk menyelinap pada makanan itu.
“Sampah rumah tangga juga harus dikelola dengan baik. Intinya, berperilaku hidup bersih dan sehat,” pesannya.
Ia mengingatkan, penyakit itu memiliki gejala panas, demam, dan mata merah. Terkait obat-obatan dan tes kit untuk leptospirosis, ia memastikan ketersediaan di Dinas Kesehatan DIY masih mencukupi. “Kalau terjadi kekosongan kabupaten/kota, kami sudah siapkan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sekarang ini hujan belum rutin turun. Namun saat hujan tiba, beberapa kawasan perkotaan muncul genangan yang berpotensi menjadi tempat bersemayamnya bakteri leptospira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Realisasi Dana Desa Sleman 2026 tercatat 51,97% per 8 Oktober. DPMK menyebut masih banyak realisasi di lapangan yang belum diinput.
Kajari Konawe Fachrizal ditangkap Kejati Sultra terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Kasusnya kini diserahkan ke Kejagung untuk diperiksa.
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Bamsoet menegaskan hasil Pilpres 2024 tetap sah setelah putusan MK terkait Gibran. Ia meminta putusan dan proses selanjutnya dihormati.
Sebanyak 29.493 siswa di 90 sekolah Kulonprogo mengikuti Pemilos serentak berbasis E-Voting sebagai pendidikan demokrasi dan politik awal.