Banjir, Seribu Hektare Lebih Tanaman Padi Terancam

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 20 Desember 2013 22:00 WIB
Banjir, Seribu Hektare Lebih Tanaman Padi Terancam

Harianjogja.com, Kulonprogo-Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulonprogo, berupaya menyelamatkan 1.096 hektare tanaman padi siap panen supaya tidak membusuk akibat banjir di wilayah ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo Tri Hidayatun di Kulon Progo, Jumat, mengatakan tanaman padi siap panen tersebut tersebar di Kecamatan Temon, Galur dan Lendah.

"Kami sudah melakukan survei di tiga kecamatan daerahnya memasuki masa panen. Dari hasil survei, sedikitnya 1.096 hektare tanaman padi siap panen terancam gagal karena terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari ini," kata Tri.

Ia mengatakan pihaknya belum dapat memperkirakan jumlah kerugian akibat banjir ini. Pihaknya masih harus menunggu tiga hari lagi karena masih menunggu kondisi tanaman.

Selama tiga hari ini, Dispertan akan terus melakukan penyelamat supaya air yang menggenai sawah dapat dibuang sehingga padi yang siap panen tidak membusuk.

"Kami belum dapat memprediksi total kerugian akibat bajir. Kami masih harus menunggu tiga hari kedepan. Kami berharap, malam ini tidak hujan dan air yang telah menggenangi sawah dapat surut," kata dia.

Ke depannya, lanjut Tri, Dispertan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk memperbaiki saluran drainase persawahan supaya saat musim hujan tiba, air dapat mengalir dengan lancar dan tidak membanjiri sawah.

"Banjir yang menyebabkan sawah kebanjiran ini dikarenakan drainase yang tidak berfungsi maksimal," kata dia.

Petani di Desa Tirtorahayu Kecamatan Galur Mujiyono mengatakan tanaman padi seluas 60 hektare di Bulak Patuk terancam gagal panen akibat terendam air. Petani sudah berusaha memperbaiki saluran drainase atau tanggul-tanggul.

"Tetapi hujan lebat yang mengguyur wilayah kami hingga sore, menyebabkan tanggul dan drainase tidak dapat menampung air. Padahal, kami telah mengeruk saluran dua meter, tapi tetap banjir," kata dia.

Ia memprediksi total kerugian akibat banjir ini mencapai Rp5 miliar. Saat ini harga gabah kering Rp4.500 per kilogram, gabah basar Rp3.800 per kilogram. Saat ini, 60 hektare tanaman padi sudah bisa dipanan.

"Kami berharap, air cepat surut dan tanaman padi siap panen dapat diselamatkan," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis