Banjir, Bawang Merah di Bantul Rusak

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Minggu, 22 Desember 2013 17:16 WIB
Banjir, Bawang Merah di Bantul Rusak

Harianjogja.com, BANTUL- Lebih dari lima hektare tanaman bawang merah di pesisir selatan Bantul dipastikan gagal panen akibat terendam banjir. Setelah hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir.

Lahan bawang merah yang terdampak akibat banjir diantaranya terjadi di Kecamatan Sanden, Kretek dan Pundong yang berada paling selatan. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Parangtritis Kretek, Kadiso mengatakan, di desanya saja tercatat 1,5 hektare lahan bawang terdampak banjir.

Tanaman itu baru berumur satu minggu. "Kalau bawang merah jelas tidak bisa diselamatkan lagi," ungkapnya, Sabtu (21/12/2103).

Padahal menurut Kadiso, petani sudah merogoh biaya produksi tak sedikit untuk menanam bawang. Harga bibit bawang merah per kilogram kini mencapai Rp30.000. Petani dipastikan rugi jutaan rupiah. Di sisi lain, harga jual bawang merah saat ini cukup tinggi mencapai Rp16.000 per kilogram.

Lahan seluas satu hektare dapat menghasilkan hingga 14 ton bawang merah. "Saat harga tinggi bawang justru gagal panen," imbuhnya.

Kepala Dusun Tegalrejo Srigading, Sanden Junarto mengungkapkan, di Sanden luasan bawang merah yang terendam banjir diperkirakan mencapai 4 hingga 5 hektare. "Kalau bawang itu terendam lebih dari sepuluh jam pasti tidak bisa lagi hidup," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online