Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Harianjogja.com, SLEMAN- Produksi beras di Sleman tahun ini merosot dengan selisih hingga 9.523 ton. Meski demikian, kebutuhan pangan lokal tetap terpenuhi.
Produksi beras di Sleman pada 2013 hanya mencapai 303.292 ton, turun dari 2012, di mana produksi beras mampu mencapai 312.815 ton.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupataen Sleman, Widi Sutikno penurunan produksi beras masih aman untuk memenuhi kebutuhan beras lokal.
Tahun lalu, Sleman mengalami surplus beras sebanyak 109.724 ton sehingga menjadi penyangga produksi beras di DIY.
“Tahun ini masih surplus beras namun tidak sebanyak tahun sebelumnya. Kami akan kembali menggenjot produksi padi di Sleman dengan mengupayakan pemberantasan hama,” kata Widi.
DPPK pada kesempatan ini juga membagikan peralatan pertanian kepada 88 kelompok tani dengan nilai Rp4,7 miliar. Bantuan ini antara lain berupa traktor delapan unit, pompa air delapan unit, alat pengolah pupuk organik 26 unit, kendaraan roda tiga delapan unit dan traktor roda empat dua unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.