Spanduk Penolakan Pemindahan Pedagang Sentolo Bernuansa Politis

Rabu, 25 Desember 2013 22:14 WIB
Spanduk Penolakan Pemindahan Pedagang Sentolo Bernuansa Politis

Harianjogja.com, KULONPROGO-Munculnya banyak spanduk menentang pemindahan pedagang ke pasar Percontohan Sentolo di sekitar pasar lama dinilai paguyuban pedagang Pasar Sentolo (P34) bernuansa politis. Sebab menjelang April 2014, partai politik dan banyak orang mencari dukungan politik dengan memanfaatkan momentum tertentu.

Kepala P3S, Tuminah, mengatakan, bertambahnya jumlah spanduk yang berisi penentangan pemindahan pasar tidak mengganggu rencana relokasi pasar.
"Silakan saja banyak orang mengatasnamakan parpol atau organisasi apapun, tetapi yang jelas sebagian besar pedagang sudah menempati pasar baru sejak diresmikannya Minggu [22/12/2013] kemarin," ungkapnya saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (25/12/2013).

Ia juga tidak mempedulikan, kelompok yang menolak mengatasnamakan Gusti Pembayun, karena pada kenyataannya Gusti Pembayun memberi restu relokasi pasar dan sudah bertemu dengan pengurus paguyuban serta pemerintah.

Terkait pedagang yang masih keberatan pindah, kata Tuminah, terus dilakukan pendekatan persuasif karena proses seperti ini tidak bisa instan. Menurutnya, pro dan kontra adalah hal yang biasa dan relokasi pasar membutuhkan pengorbanan dari setiap pedagang. Dijelaskannya, pasar baru memang relatif sepi, tetapi hal itu tidak menjadi masalah karena semua pedagang memulai dari nol.

"Bahkan paguyuban sudah pindah sejak tiga bulan lalu, tetapi kami tidak masalah, kalau mau membangun sesuatu lebih baik butuh pengorbanan," urainya.

Terpisah, Lurah Pasar Sentolo, Sudiyo, mengatakan, relokasi pasar bertujuan untuk memberikan ruang yang lebih baik kepada para pedagang. Sebab, pasar lama dirasa tidak bisa dikembangkan lagi, sementara pasar baru mampu menampung hingga 900-an pedagang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online