Angka Kekerasan Terhadap Anak di Gunungkidul Menurun

Jum'at, 27 Desember 2013 17:21 WIB
Angka Kekerasan Terhadap Anak di Gunungkidul Menurun

Ilustrasi kekerasan (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Angka kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak menunjukkan penurunan. Hal itu membuat Pemkab Gunungkidul memiliki pekerjaan rumah untuk terus menekan angka kekerasan terhadap anak tersebut.

Kasubbag Pemberdayaan Perempuan, Badan Pemeberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkiul Sri Sumiyati pada 2011 dari 61 kasus KDRT, 34 kasus merupakan kekerasan terhadap anak. 27 sisanya merupakan kekerasan terhadap perempuan.

Jumlah tersebut mengalami penurunan pada 2012 menjadi 30 kasus dari total 59 kasus KDRT. 29 lainnya merupakan kekerasan terhadap ibu rumah tangga. Pemkab Gunungkidul pun terus berupaya menekan angka tersebut.

“Pada 2013 kembali menurun menjadi 19 kasus kekerasan terhadap anak dari 36 kasus. 16 kasus merupakan kekerasan terhadap ibu rumah tangga daan satu kasus merupakan kekerasan kepada laki-laki,” papar dia kepada Harian Jogja di Wonosari, Jumat (27/12/2013).

Penurunan angka tersebut disambut baik. Menurut Sri Sumiyati kesadaran masyarakat terhadap kekerasan sudah semakin baik. Masyarakat semakin paham tindak kekerasan merupakan tindakan yang melanggar harkat dan martabat manusia.

“Kami terus berupaya untuk menurunkan angka kekerasan kepada anak. Itu sudah menjadi masalah publik. Semoga akan selalu turun,” imbuh dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online