Ini Lokasi Rumah Laksamana Maeda, Tempat Perumusan Naskah Proklamasi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
REALISASI TANAM PADI Petani mengangkat tanaman padi setelah dipanen di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/8). Realisasi luas tanam padi periode Oktober 2012-Mei 2013 mencapai 10,99 juta hektare atau meningkat 132.000 hektare (1,22%) jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, sedangkan perkiraan realisasi tanam pada Agustus 2013 sebesar 607.123 hektare.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Proyek percobaan padi organik jenis Melati Menoreh (Menor) di lahan pertanian Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang akhirnya bisa panen kendati pertengahan Oktober lalu terserang hama wereng.
Secara simbolis Pemkab Kulonprogo bersama sejumlah petani mengawali proses panen raya di lahan percobaan desa setempat, Senin (30/12/2013).
Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Ngatirin mengungkapkan produktivitas padi Menor tetap sesuai prediksi saat peluncuran awal masa tanam, September lalu meski hama wereng sempat menyerang.
Dia menjelaskan, dalam satu hektare lahan, rata-rata akan menghasilkan delapan ton gabah.
"Produktivitasnya tetap sesuai, hanya jadwal panen saja yang berbeda," ujarnya kepada wartawan usai panen raya, Senin (30/12/2013).
Menurut dia, ada sekitar tujuh hektare lahan yang belum mengalami masa panen. Tujuh hektare lahan tersebut merupakan area yang mengalami serangan wereng sangat parah sehingga jadwal panennya menjadi mundur.
"Saat terserang wereng kan yang lahan tujuh hektare itu kami kami intensifkan pengobatan terhadap tanamannya. Jadi wajar jika masa tanamnya sedikit terhambat dibanding yang lain," tabdasnya.
Secara keseluruhan, lanjut dia, dalam percobaan penanaman Menor ini terbilang sukses. Dari total 40 hektare lahan yang berada di pedusunan Desa Banjararum, hanya tujuh belum panen.
Ngatirin meyakini, areal tujuh hektare yang belum panen itu pun nantinya juga bisa panen. Cuma, masih harus menunggu sampai sekitar dua pekan ke depan.
Sementara itu, Ngatirin menyebut kualitas Menor yang dipanen saat ini belum dapat dikategorikan sebagai padi organik murni. Hal itu lantaran petani memaksakan penggunaan pestisida saat hama wereng menyerang sejumlah lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di bekas rumah Laksamana Maeda menyimpan jejak perumusan, pengetikan, hingga penandatanganan naskah Proklamasi.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.