KENAIKAN GAS ELPIJI 12 KG
Pekerja menata tumpukan gas elpiji 12 kg di salah satu agen di Jakarta, Selasa (2/1). Untuk menekan kerugian bisnis elpiji 12 kg yang mencapai rata-rata Rp6 triliun per tahun, Pertamina menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kg secara serentak di seluruh Indonesia dengan rata-rata kenaikan di tingkat konsumen sebesar Rp3.959 per kg atau 68% menjadi Rp117.708 per tabung setelah harga sebelumnya Rp70.200 per kg.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kesulitan mendapatkan gas elpiji 12 kilogram masih dirasakan warga pesisir Gunungkidul. Bahkan mereka harus mencari hingga Kecamatan Playen yang jaraknya bisa mencapai 20 kilometer.
Salah satu pemilik rumah makan di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Muji menuturkan, sudah berminggu-minggu ia kesulitan mendapatkan gas LPG. Ia bahkan harus mencari jauh hingga Kecamatan Paliyan dan Playen.
“Saya kesusahan mencari elpiji. Haganya juga naik. Terakhir beli saya dapat harga Rp90.000 hingga Rp95.000. Itu harga Sabtu [28/12/2013] lalu. sekarang belum cari lagi,” papar dia di Pantai Kukup, Jumat (3/1/2014).
Muji berharap, warga jangan dipersulit lagi dalam mendapatkan gas. Ketika harga naik, sangat wajar jika warga mengeluh. Namun, LPG sudah menjadi kebutuhan pokok yang pasti akan dicari. “Mahal pun akan dibeli. Tetapi yang terpenting adalah jangan dipersulit untuk mendapatkannya,” papar dia.
Sementara itu, kesulitan mendapatkan gas juga dirasakan di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang. Salah satu penjual gorengan, Warno menuturkan, ia harus merogoh kocek Rp20.000 untuk mendapatkan elpiji ukuran tiga kilogram.
“Saya hanya ingin pendistribusian itu lancar. Selain itu harus ada stok yang cukup. Jangan sampai warga kesusahan,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: