Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Harianjogja.com, JOGJA—Kendati semakin diminati sebagai lokasi nongkrong menghabiskan waktu malam, kawasan Titik Nol Kilometer rupanya mulai ditinggalkan sebagai tempat nongkrong komunitas-komunitas hobi di Jogja. Mereka beralasan lokasi yang berada di pusat kota Jogja ini kian ramai sehingga tak terlalu nyaman untuk berkumpul sesama rekan sekomunitas.
Pegiat komunitas sepeda Custom, Felix Mario misalnya. Kepada Harianjogja.com, dia mengaku sudah tak terlalu sering lagi berkumpul di kawasan Nol Kilometer. Hal itu berbeda dengan dua tahun yang lalu. Saat itu komunitas penggemar sepeda unik ini kerap berkumpul dan menjajarkan sepeda mereka di kawasan Nol Kilometer sembari bertukar informasi seputar hobi mereka.
“Dulu memang sering kumpul di Nol Kilometer. Sekarang di situ hanya jadi meeting point saja karena memang lokasinya strategis dan asyik untuk menunggu, setelahnya kami pindah sambil bersepeda bersama,” ujarnya.
Felix beralasan komunitasnya merasa tak nyaman karena khawatir dianggap mengganggu warga yang kongkow di Nol Kilometer Jogja. Pasalnya tiap kali berkumpul komunitasnya akan memarkir sepeda dan memenuhi trotoar di sekitar Titik Nol Kilometer. “Sekarang kan semakin ramai, kami tidak mau jadi sasaran kemacetan atau mengganggu warga. Jadi cari tempat lain saja,” tambah dia.
Pendapat senada juga disampaikan oleh Elanto Wijoyono. Pegiat sepeda dan dedengkot komunitas Green Map Indonesia ini sudah tak terlalu sering berkumpul di kawasan Nol Kilometer meski mengaku tetap kesengsem tiap kali berada di sana. Wijoyono menilai Titik Nol Kilometer menarik karena merupakan ruang terbuka yang memiliki karakter kuat. Selain dapat bertemu banyak orang, peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya di kawasan itu masih kuat.
Sayangnya, seiring semakin ramainya kawasan Nol Kilometer semakin pelik pula permasalahan yang melingkupi. Terutama kebersihan. Wijoyono mengatakan, masalah ketertiban dan kebersihan sebenarnya masalah klasik di objek-objek wisata massal di kota manapun di Indonesia.
Apalagi Km Nol adalah pusat berbagai objek wisata di Jogja, mulai dari Malioboro, Benteng Vredeburg, Taman Pintar hingga Alun-alun Utara. Akibatnya kerap terjadi penumpukan warga di lokasi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.