Monkey Malaria Mengintai, IDAI Ungkap Gejala Beratnya
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Harianjogja.com, JOGJA—Kendati semakin diminati sebagai lokasi nongkrong menghabiskan waktu malam, kawasan Titik Nol Kilometer rupanya mulai ditinggalkan sebagai tempat nongkrong komunitas-komunitas hobi di Jogja. Mereka beralasan lokasi yang berada di pusat kota Jogja ini kian ramai sehingga tak terlalu nyaman untuk berkumpul sesama rekan sekomunitas.
Pegiat komunitas sepeda Custom, Felix Mario misalnya. Kepada Harianjogja.com, dia mengaku sudah tak terlalu sering lagi berkumpul di kawasan Nol Kilometer. Hal itu berbeda dengan dua tahun yang lalu. Saat itu komunitas penggemar sepeda unik ini kerap berkumpul dan menjajarkan sepeda mereka di kawasan Nol Kilometer sembari bertukar informasi seputar hobi mereka.
“Dulu memang sering kumpul di Nol Kilometer. Sekarang di situ hanya jadi meeting point saja karena memang lokasinya strategis dan asyik untuk menunggu, setelahnya kami pindah sambil bersepeda bersama,” ujarnya.
Felix beralasan komunitasnya merasa tak nyaman karena khawatir dianggap mengganggu warga yang kongkow di Nol Kilometer Jogja. Pasalnya tiap kali berkumpul komunitasnya akan memarkir sepeda dan memenuhi trotoar di sekitar Titik Nol Kilometer. “Sekarang kan semakin ramai, kami tidak mau jadi sasaran kemacetan atau mengganggu warga. Jadi cari tempat lain saja,” tambah dia.
Pendapat senada juga disampaikan oleh Elanto Wijoyono. Pegiat sepeda dan dedengkot komunitas Green Map Indonesia ini sudah tak terlalu sering berkumpul di kawasan Nol Kilometer meski mengaku tetap kesengsem tiap kali berada di sana. Wijoyono menilai Titik Nol Kilometer menarik karena merupakan ruang terbuka yang memiliki karakter kuat. Selain dapat bertemu banyak orang, peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya di kawasan itu masih kuat.
Sayangnya, seiring semakin ramainya kawasan Nol Kilometer semakin pelik pula permasalahan yang melingkupi. Terutama kebersihan. Wijoyono mengatakan, masalah ketertiban dan kebersihan sebenarnya masalah klasik di objek-objek wisata massal di kota manapun di Indonesia.
Apalagi Km Nol adalah pusat berbagai objek wisata di Jogja, mulai dari Malioboro, Benteng Vredeburg, Taman Pintar hingga Alun-alun Utara. Akibatnya kerap terjadi penumpukan warga di lokasi ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDAI mengingatkan bahaya monkey malaria yang menular lewat nyamuk dari monyet ke manusia dan bisa memicu infeksi berat hingga kematian.
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.