Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Lombok Barat, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa 5,2 magnitudo mengguncang Lombok Barat, NTB, Rabu 7 Oktober 2026 dini hari. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Ilustrasi tersangka pelaku tindak kejahatan. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang pria berinisial RDB, 41, yang diduga merupakan anak buah bandar narkoba ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda DIY, akhir pekan lalu.
Dalam jaringan peredaran gelap narkoba, pria yang tinggal di Gunungketur, Pakualaman, Jogja itu bertindak sebagai peletak sekaligus operator bagi para pengedar di lapangan.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, RDB ditangkap di Jalan Titibumi Barat, Banyuraden, Gamping, sekitar pukul 02.30 WIB saat akan menuju rumah temannya. Dari tangan RDB, disita tiga paket sabu-sabu seberat enam gram, satu paket ganja 8,2 gram serta timbangan kecil berwarna silver.
Tak hanya itu, dua unit ponsel yang dipergunakan sebagai komunikasi jual beli narkoba serta tiga rekening tabungan sebagai media menerima dan setor lewat transfer uang dalam jual beli narkoba juga disita. Tiga tabungan itu diberikan langsung oleh bandar yang merupakan atasan RDB.
Kabag Bin Ops, Ditresnarkoba Polda DIY, Kompol Dedi Sumarsono menjelaskan, tersangka kini ditahan di Polda DIY. RDB memang menjadi incaran sejumlah petugas termasuk BNN DIY karena sudah lama malang melintang dalam jaringan peredaran narkoba.
Saat ditangkap, pria asal Klaten itu dalam perjalanan menuju rumah temannya dengan maksud menumpang tidur.
"Di rumah temannya itu mau numpang, temannya sedang pergi ke luar kota. Tapi di rumah ada adiknya, semua yang ada di rumah itu kami tes urine," terang Dedi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/1/2014).
Pada 2009, RDB juga sempat berurusan dengan Sat Resnarkoba Polresta Jogja dan sebelum 2009 sempat ditangkap Sat Resnarkoba Polres Sleman. Ia sempat bersembunyi di beberapa kota seperti Klaten dan Boyolali. Setelah diintai sekitar 14 hari, tersangka kemudian ditangkap sepulang perjalanan mengambil barang haram itu dari Solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa 5,2 magnitudo mengguncang Lombok Barat, NTB, Rabu 7 Oktober 2026 dini hari. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Kabut asap membuat kualitas udara Singapura masuk kategori tidak sehat menjelang F1 2026. Balapan tetap dijadwalkan, masker N95 disiapkan.
Ijazah Paket C setara SMA dan bisa digunakan untuk kuliah. Ketahui jalur seleksi, syarat kampus, dan aturan SNBT yang perlu diperhatikan.
Survei Kaspersky menunjukkan 77% pengguna ponsel rutin update, tetapi hanya 20% memeriksa izin aplikasi. Simak kebiasaan digital yang perlu diperbaiki.
Perbaikan Jalan Tegalsari-Klepu di Kokap, Kulonprogo, mencapai 90%. DPRD DIY menyoroti kebutuhan talut dan drainase demi keselamatan pengguna jalan.
David Almansa menjadi yang tercepat di FP1 Moto3 Mandalika dengan waktu 1 menit 37,515 detik meski menghadapi cuaca panas.