GAS LANGKA : Harga Berubah, Agen Bingung

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Selasa, 07 Januari 2014 23:10 WIB
GAS LANGKA : Harga Berubah, Agen Bingung

Bisnis/Rachman PERKETAT PENYALURAN Pekerja menata tabung gas elpiji 3 kg di pangkalan elpiji Jalan Ahmad Yani Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/1). Khawatir terjadi peralihan konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg akibat kenaikan elpiji 12 kg, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperketat pengawasan perdagangan dan penyaluran elpiji 3 kg.

Harianjogja.com, ?JOGJA – Kebijakan pemerintah dan PT Pertamina (persero) merevisi harga jual elpiji 12 kilogram membuat agen kebingungan.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Siswanto menuturkan, harga jual elpiji 12 kilogram yang berubah hanya dalam sepekan jelas menimbulkan kerugian bagi agen maupun pengecer. Terutama bagi pihak yang mendapatkan produk tersebut sebelum Selasa (7/1/2014).

Pasalnya, harga yang dipatok masih menggunakan harga lama, yakni Rp122.400 per tabung-Rp124.700 per tabung. Sementara harga baru berkisar Rp89.000-Rp91.300 per tabung atau naik Rp1.000 nett per kg.

"Toko-toko pasti ada yang alami kerugian. Kalau seperti ini ya risiko bisnis. Kalau itu kebijakan pemerintah, kami akan laksanakan," jelas dia, Selasa.

Kendati bersedia menelan kerugian, dia berharap, persoalan ini tidak akan terulang. Bagaimana pun juga pemerintah disebutnya harus bijak mengatur kebijakan yang dilahirkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sugeng Pranyoto
Sugeng Pranyoto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online