Soroti Beda Tafsir Hakim di Sengketa Kontrak, Ahmad Arif Raih Doktor
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
Ilustrasi keributan (JIBI/Solopos/Dok)
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang berinisial EK, warga Dusun Jetis, Caturharjo, Sleman menjadi sasaran amuk massa warga dusunnya belum lama ini. EK diduga menggelapkan dana bantuan sebesar Rp15 juta dari sebuah perusahaan untuk dusun setempat.
Sumber Harianjogja.com menyebutkan kasus itu berawal dari kecurigaan panitia yang dibentuk dalam rangka pembangunan gedung serbaguna Dusun Jetis, Caturharjo.
Kecurigaan terhadap EK muncul setelah ada warga yang menanyakan langsung kepada pemberi bantuan. Pihak pemberi bantuan itu menyampaikan jika Dusun Jetis mendapatkan bantuan. Dana itu sudah diserahterimakan kepada EK.
Akhirnya warga menanyakan perihal bantuan itu kepada EK. Kendati demikian, EK justru mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui terkait bantuan tersebut. Warga yang kesal hingga akhirnya sempat terjadi pertemuan dan berujuan pemukulan kepada EK.
"Untung ada polisi yang datang untuk menenangkan warga," ungkap sumber itu, Selasa (7/1/2014).
Setelah kepolisian mendatangi lokasi dan berhasil menenangkan warga, EK langsung dibawa ke Mapolsek Sleman. Lebih dari satu jam menjalani pemeriksaan, kepada penyidik EK mengaku dana Rp15 juta digunakan untuk kepentingan pribadi.
Kasus tersebut hingga Selasa (7/1/2014) masih terus bergulir EK dikabarkan membuat laporan balik atas penganiayaan yang dilakukan kepada dirinya.
Kapolsek Sleman Kompol Tugiyat menjelaskan kasus tersebut penanganannya telah dilimpahkan ke Polres Sleman. Selain itu masih dalam penyelidikan. Pihaknya melalui anggota sempat mengamankan EK yang akan menjadi amuk warga dusunnya.
"Saat ini ditangani Polres [Sleman]," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahmad Arif Syarif meraih doktor FH UII setelah meneliti dasar pertimbangan hakim menentukan kepatutan dalam sengketa kontrak.
DMI menyerukan umat Islam menggelar shalat Istisqa hingga awal September di tengah kemarau panjang, kekeringan, dan karhutla.
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad nikah Kasespri Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Jakarta, Minggu pagi.
BPBD Gunungkidul mengajukan tambahan anggaran 5.000 tangki air bersih karena bantuan diperkirakan hanya bertahan hingga pertengahan September.
BNI meluncurkan wondrZ, tabungan anak dan remaja untuk belajar menabung dan mengelola keuangan dengan pendampingan orang tua.