7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
JIBI/Harian Jogja/Joko Nugroho Ilustrasi Fly Over Jombor
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah pembangunan jalan layang (fly over) Jombor, pembangunan dua jalan layang baru di perempatan ringroad Jalan Kaliurang (Jakal) dan Gejayan kini dipersiapkan. Namun, Pemerintah Pusat masih sebatas melakukan kajian studi kelayakan mengenai jenis pemecah kemacetan di dua titik jalan nasional tersebut.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum DIY Rani Sjamsinarsi, pengkajian itu juga untuk menaksir di perempatan tersebut apakah lebih layak dibangun pemecah kemacetan lalu lintas dengan jalan layang atau terowongan (underpass). Studi keduanya arus jalan itu ke timur-barat, mengikuti kategori jalan nasional ring road tersebut. “Kalau hasil review menyebutkan : yak sangat diperlukan, tahun depan diperjuangkan anggarannya di APBN,” ungkap Rani di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Rabu (8/1/2014).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya mewacanakan fly over itu perlu dibangun di perempatan Gondomanan yang masuk di jalan perkotaan, tapi menurut Rani baru dua fly over tersebut yang kini memasuki tahap studi kelayakan. Pemda DIY juga tidak menganggarkan pembangunan fly over di perempatan kota terpadat tersebut. “Sebenarnya fly over Jalan Kaliurang dan Gejayan sudah dikaji sekian tahun lalu. Cuma, tahun ini direview lagi,” kata dia.
Seharusnya, menurut dia, pembangunan infrastruktur kota didahului dulu dengan rekayasa lalu lintas. Sehingga penambahan sarana dan prasarana jalan itu justru tidak jadi bumerang semakin menjamurnya jumlah kendaraan di DIY karena dimanjakan fasilitas penunjang berupa jalan.
Di sisi lain, lahan di DIY juga terbatas untuk dialihfungsikan sebagai jalan. Di ring road saja, misalnya, Rani tak mengira area yang dulunya sepi permukiman, sekarang malah banyak ditambah berdirinya toko-toko di area tersebut, sehingga menghambat laju kendaraan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.