Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan sopir angkutan desa (angkudes) jalur wilayah selatan Gunungkidul menggelar aksi mogok di Terminal Lama Besole, Wonosari, Rabu (8/1/2014). Mereka memprotes larangan menurunkan dan menaikan penumpang di sekitar terminal lama dan Pasar Argosari Wonosari.
Sekitar 65 sopir angkudes yang melakuklan protes adalah jalur 11 yang merupakan jalur Wonosari-Jepitu Girisubo, Jalur 12 jurusan Wonosari-Keruk Tanjungsari, Jalur 13 jurusan Wonosari -Walik Angin Tanjungsari dan Jalur 16 jurusan Wonosari-Baron Tanjungsari. Mereka sempat melakukan aksi mogok dengan memarkirkan kendaraannya di dalam Terminal Lama selama dua jam dari pukul 07.00-09.00 WIB.
Ketua Paguyuban Angkudes Maryono mengatakan, aksi yang dilakukan para sopir angkutan desa merupakan bentuk kekesalan karena dilarang menaikan dan menurunkan penumpang di sekitar Pasar Argosari Wonosari dan Pasar Besole serta Terminal Lama. Padahal selama ini sebagian besar penumpang tujuannya ke wilayah tersebut. “Pasar Argosari dan Besole ini menjadi tujuan penumpang kami. Kalau kami dilarang masuk ke Terminal Lama kami keberatan,” ucap dia.
Dia menganggap, aturan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Gunungkidul sangat diskriminatif, sebab angkudes lain seperti jurusan Wonosari-Semin dan jurusan Wonosari-Ponjong diperbolehkan masuk terminal lama. Tawaran untuk menurunkan dan menaikkan di Simpang Empat Siraman, kata Maryono tidak masuk akal. “Kawasan pancuran [Simpang Empat Siraman] itu tidak ada penumpang. Sebagian besar penumpang kami tujuannya ke Pasar Argosari dan Besole,” tukas Maryono.
Sekretaris Dishubkominfo Gunungkidul Budi Santoso saat dimintai konfirmasi mengatakan sejak ada terminal baru Dhaksinaga, semua angkudes tidak lagi masuk terminal lama, tapi langsung masuk Terminal Dhaksinaga. “Saat pulang baru bisa melintas sekitar terminal lama,” kata dia.
Menurud Budi, jalur terminal lama akan dilalui angkutan kota. Namun memang diakui dia selama ini belum ada penindakan serius dari petugas maupun pemilik kendaraan. Budi memahami aksi protes itu karena aturan kurang tersosialisasikan. “Kami akan dialog dengan sopir angkudes untuk mencari solusi,” ucap Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 dibuka di Manding, Gilangharjo, dan Wukirsari. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.