Inspektorat Bantul Kekurangan 54 Tenaga Auditor

Kamis, 09 Januari 2014 19:20 WIB
Inspektorat Bantul Kekurangan 54 Tenaga Auditor

Harianjogja.com, BANTUL–Inspektorat Daerah (Inspekda) Bantul sampai saat ini mengalami kekurangan tenaga audit.

Jumlah auditor atau tenaga audit yang saat ini dimiliki inspekda hanya 18 personel dan belum mencapai kebutuhan ideal dengan jumlah objek yang diperiksa makin luas.

Sekretaris Inspekda Bantul Anom Ardianta mengakui kekurangan tenaga audit yang selama ini menjalankan tugas pemeriksaan dan pengawasan kinerja juga keuangan semua SKPD di Pemkab Bantul.

“Ya menurut rekomendasi BPK kemarin untuk Bantul idealnya ada 72 personel. Saat ini hanya ada 18 personel jadi boleh dibilang sebenarnya kekurangan 54 auditor,” kata Anom, Rabu (8/1/2014).

Menurut Anom, kekurangan auditor di instansi dulunya bernama Badan Pengawas Daerah (Bawasda) ini juga menjadi salah satu isi rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BPK memberikan rekomendasi idealnya Bantul memiliki 72 tenaga audit untuk fungsi pengawasan dan pemeriksaan kinerja serta keuangan.

Sekretaris Inspekda Bantul bidang pemeriksaan mengatakan, sejak beberapa tahun silam jangkauan audit bertambah luas. Tidak hanya menyasar 52 instansi pemerintah kabupaten, melainkan menyasar ratusan desa dan ratusan sekolah.

“Selama ini ya kami selesaikan hanya dengan 18 auditor karena memang belum ada rencana penambahan tenaga audit,” tambah Anom.

Ia berharap adanya kekurangan tenaga auditor ini bisa ditambah melalui jalur umum manakala dibuka kesempatan pendaftaran CPNS.

Pasalnya, melalui jalur umum penerimaan CPNS dinilai cara paling mudah bisa menjaring calon tenaga audit yang benar-benar profesional dan tidak terpengaruh kedekatan dengan SKPD tempat tugas sebelumnya.

Hal itu dikuatirkan justru mempengaruhui optimalnya perngawasan dan pemeriksaan tata administrasi keuangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online