Wamenkeu Juda Agung Ungkap Arah Fiskal 2027 dan Target 6 Persen
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Ratusan warga desa Glagah mencabut paksa patok penanda lokasi bandara yang menancap di wilayah tempat tinggal mereka setelah menggeruduk balai Desa Glagah Kecamatan Temon, Jumat (10/1/2014).
Mereka mengambil tindakan ini karena mendapat jawaban yang tidak memuaskan saat mendesak kepala desa membongkar patok-patok tersebut.
Aksi bermula saat ratusan warga laki-laki dan perempuan dari berbagai usia mendatangi balai desa sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka hendak menemui kepala desa Glagah dan menuntut pencabutan patok bandara yang tertancap di lahan serta pekarangan rumah.
Dari pantauan Harianjogja.com, dialog antara warga dengan kades Glagah yang berlangsung selama 30 menit berjalan panas karena kades dinilai tidak berani mengambil sikap.
Teriakan yang menyerukan gagalkan bandara, diikuti gebrakan meja serta beragam seruan penolakan mewarnai pertemuan tersebut. Usai dialog warga segera berbondong-bondong mendatangi lokasi patok-patok ditancapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Imigrasi Kulonprogo membentuk Timpora di Bandara YIA untuk memperkuat pengawasan WNA, menyusul temuan cairan etomidate yang dibawa WN Italia.
Polres Bantul mengerahkan sekitar 900 personel untuk mengamankan laga PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Sabtu (10/10).
GP Singapura tetap berjalan sesuai agenda meski terdampak kabut asap. Lando Norris berharap McLaren segera mengatasi masalah performa mobil.
ROSO Restaurant di Grand Hotel De Djokja menghadirkan perjalanan gastronomi Nusantara melalui kolaborasi chef Indonesia dalam Wonderful Indonesia Gastronomy
Produktivitas padi di Bantul diklaim meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare dengan sistem tanam benih langsung atau Tabela.